Jakarta, CNN Indonesia --
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD membantah rumor Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar salah seorang di Istana Negara sebagaimana info nan beredar di media sosial beberapa hari terakhir.
Dalam akun media sosial Instagram resminya, Kopassus menegaskan rumor tersebut tidaklah betul alias hoaks.
Kopassus turut melampirkan postingan nan viral dan mencantumkan label hoaks dan fake news namalain buletin palsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waspada sedang beredar berita bohong nan menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini menyatakan adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian keterangan akun IG @penkopassus dikutip Selasa (21/4).
Kopassus menilai info hoaks tersebut diduga sengaja disebar pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. Selain itu, Penkopassus juga menegaskan tidak ada bukti sah nan mendukung rumor liar tersebut.
"Faktanya ini hanyalah karangan nan tidak mempunyai bukti valid, info ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal lembaga negara," jelasnya.
Sebelumnya beredar di sosial media info nan menyebut Pangkopassus Letjen Djon Afriandi menampar sosok protokoler istana nan disebut 'Bunted'. Peristiwa itu disebut terjadi saat Djon hendak menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari istana mengenai dugaan peristiwa tersebut.
[Gambas:Instagram]
(tfq/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·