Komitmen Jaga Kualitas Lingkungan di Kawasan Industri Weda Bay Malut

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Menurut Yofi, selain fly ash, IWIP juga mengelola bottom ash, ialah partikel nan berukuran lebih besar dan mengendap di dasar tungku pembakaran. Material ini dikumpulkan langsung dari sistem boiler dan ditempatkan pada akomodasi penyimpanan nan dirancang unik guna mencegah potensi penyebaran ke lingkungan.

Lebih lanjut, Yofi menekankan, seluruh proses pengelolaan FABA dilaksanakan merujuk pada arsip lingkungan nan telah disetujui serta izin nasional nan berlaku.

"Kami juga melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan parameter lingkungan lainnya secara berkala untuk memastikan seluruh operasional tetap memenuhi baku mutu nan ditetapkan," terang dia.

Yofi mengatakan, dalam kondisi tertentu dan melalui proses nan memenuhi persyaratan, material ini dapat dimanfaatkan kembali (reuse) maupun didaur ulang (recycle) sebagai bahan pendukung dalam beragam kebutuhan industri.

"Dalam implementasinya, IWIP memanfaatkan FABA sebagai bahan baku pengganti untuk produk bangunan seperti batako, paving block, conblock, serta sebagai bahan substitusi dalam campuran beton," papar dia.

Pemanfaatan ini digunakan pada beragam pembangunan prasarana internal perusahaan, seperti akomodasi olahraga karyawan, taman, akomodasi, jalur pedestrian, serta aktivitas pemeliharaan lainnya.

"Melalui penerapan teknologi serta pengelolaan nan berkelanjutan, IWIP berupaya memastikan bahwa potensi akibat FABA dapat dikendalikan sekaligus mendukung operasional industri nan bertanggung jawab terhadap lingkungan," pungkas Yofi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita