KDM Sebut Banjir di Kab Bandung karena Tata Ruang Buruk, Usul Perbanyak Danau

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengikuti silaturahmi berbareng pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan para kepala wilayah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4). Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi menyoroti tata ruang Kabupaten Bandung nan buruk.

“Karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sudah gimana sawah dibuat jadi pabrik, banjirnya sampai segini (pinggang),” kata KDM, panggilan berkawan Dedi Mulyadi.

KDM menilai alih kegunaan lahan pertanian menjadi area industri telah mengurangi daya serap air dan memperparah akibat banjir.

Sebagai langkah konkret, Dedi mengusulkan pembangunan waduk di sejumlah titik, khususnya di area nan telah berubah menjadi area industri.

“Yang kedua, daerah-daerah situ nan tanahnya dibuat jadi perusahaan dibuatkan danau. Itu langkah hebat,” kata dia.

Menurutnya, konsep memperbanyak waduk merupakan solusi strategis lantaran karakter wilayah Bandung nan menyerupai cekungan.

“Kita kudu memperbanyak danau. Karena Bandung itu seperti bendungan. Itu bupati nan kasih tahu ke saya,” ucapnya.

Kualitas Jalan Diperbaiki

Selain itu, pemerintah provinsi juga bakal meningkatkan kualitas prasarana jalan nan terdampak banjir.

“Satu, jalannya ditingkatkan kualitasnya,” kata Dedi.

Foto udara Situ alias Danau Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Ia menambahkan bahwa penataan ruang dan gedung bakal dilakukan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

“Ya, tadi kelak penataan ruang, penataan gedung secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, Dedi berambisi persoalan banjir di Kabupaten Bandung dapat diatasi secara berjenjang melalui pendekatan nan terintegrasi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan