Jusuf Kalla Soroti Peran Masyarakat Sipil dalam Kegiatan Kemanusiaan: Konflik Jadi Tantangan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla mengatakan pentingnya peran masyarakat sipil (civil society) dalam menangani persoalan kemanusiaan, baik akibat bentrok maupun musibah alam.

Dia pun menekankan pentingnya kepercayaan saat terlibat dalam aktivitas kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum nan berjalan di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Selasa (7/4/2026), di mana dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP, civitas akademika UI, dan para praktisi masyarakat sipil nan terlibat dalam aktivitas kemanusiaan di tingkat nasional maupun global.

Pria nan berkawan disapa JK ini menuturkan, tantangan utama aktivitas kemanusiaan saat ini berasal dari dua sumber, ialah bentrok antarmanusia dan bentrok dengan alam.

"Konflik terjadi di beragam bagian bumi seperti Ukraina, Timur Tengah, hingga di dalam negeri seperti Papua. Selain itu, musibah alam seperti banjir, gempa, dan tsunami juga menimbulkan akibat kemanusiaan nan besar," kata dia.

JK menjelaskan, bentrok kemanusiaan umumnya dipicu oleh aspek ideologi, perebutan wilayah, kepentingan politik, hingga sumber daya alam.

Ia pun mencontohkan beragam bentrok dunia maupun nasional nan berakibat luas terhadap masyarakat sipil. Menurut JK, penyelesaian masalah kemanusiaan tidak cukup hanya dengan menangani pengungsi, tetapi kudu menyelesaikan akar bentrok itu sendiri.

"Kalau konfliknya selesai, maka masalah kemanusiaannya juga ikut selesai. Itu lebih sigap dan lebih efektif dibanding hanya mengurus dampaknya," jelas dia.

JK juga menyinggung pengalamannya saat menangani beragam bentrok di Indonesia pada awal 2000-an, seperti di Poso, Ambon, dan Aceh, nan saat itu menyebabkan sekitar 1,5 juta orang mengungsi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita