Hujan Mengguyur Kudus, Sisakan Tumpukan Sampah di Kolong Jembatan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sampah menumpuk di bawah jembatan 10 Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (13/4/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Hujan deras mengguyur Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4) sore menyebabkan tumpukan sampah di bawah jembatan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.

Pantauan kumparan di lokasi, Senin (13/4), sampah menyumbat di bawah Jembatan Kesambi 1, Jembatan Kesambi 2, dan Jembatan Kesambi 10. Tumpukan sampah di Jembatan Kesambi 10 paling banyak.

Sampah tersebut berupa ranting pohon, kayu, dan batang pohon pisang. Kumparan juga mengecek di jembatan 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 11. Namun, di letak jembatan tersebut tidak terdapat tumpukan sampah.

Warga Desa Kesambi, Sukanah, mengatakan setiap hujan deras, sampah berupa ranting pohon, kayu, dan batang pohon pisang menyumbat area bawah Jembatan Kesambi nan merupakan aliran dari Sungai Piji. Sampah kerap menyumbat di bawah jembatan 1, 2, dan 10.

"Kalau hujan deras, sering ada sampah bawaan dari arah Dawe ke sini (Kesambi, Kecamatan Mejobo, red). Sampah menyumbat di jembatan 1, 2, dan 10. Paling banyak sampahnya di jembatan 10," katanya kepada kumparan, Senin (13/4).

Sampah menumpuk di bawah jembatan 10 Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (13/4/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, mengatakan setiap hujan deras biasanya memang ada kiriman sampah dari wilayah atas (Kecamatan Dawe, red). Ia menjelaskan, tumpukan sampah menyumbat di bawah jembatan lantaran ketiga jembatan itu tetap mempunyai pilar.

"Di tiga jembatan itu tetap ada pilarnya. Sehingga sampah menyumbat di area pilar-pilarnya. Kondisinya berbeda dengan jembatan lainnya nan memang sudah tidak ada pilarnya," kata Masri.

Sampah dari Pegunungan Muria

Masri menambahkan, sampah tersebut biasanya berasal dari wilayah hulu, ialah dari area lereng Pegunungan Muria alias di wilayah Kecamatan Dawe. Ia menyebut, sungai nan ada di Desa Kesambi itu merupakan aliran dari Sungai Piji nan melintasi tiga kecamatan, ialah Kecamatan Dawe, Kecamatan Jekulo, dan Kecamatan Mejobo.

"Sampah nan menyumbat ya itu-itu saja berupa sampah bambu, sampah kayu, dan batang pisang. Paling susah diangkat itu bambu dan batang pohon lantaran jika sudah nyangkut di pilar susah ditarik," terangnya.

Ia menyampaikan, beberapa jembatan di atas aliran Sungai Piji di wilayah Kecamatan Dawe dan Kecamatan Jekulo rata-rata sudah tidak menggunakan pilar, sehingga tumpukan sampah terus terbawa hingga ke jembatan di Desa Kesambi.

"Kami tidak mencari-cari kesalahan. Tetapi kondisi di lapangan memang seperti itu," jelasnya.

Menurutnya, pihaknya rutin membersihkan sampah nan menyumbat area bawah Jembatan Kesambi dengan dibantu Dinas PUPR Kudus dan BPBD Kudus.

Hujan deras kemarin sore, lanjut Mokhamad Masri, tidak menyebabkan banjir di Desa Kesambi. Ia menjelaskan, selama sampah tidak terlalu menumpuk serta area pertemuan Sungai Piji dengan Sungai Jeratun tidak terjadi limpasan, maka rumah penduduk sekitar jembatan kondusif dari banjir.

"Rencananya, jembatan beserta pilar-pilar di Jembatan 10 bakal dibongkar tahun ini, agar jika ada sampah tidak lagi menyumbat di area pilarnya," imbuhnya.

Sampah menumpuk di bawah jembatan 10 Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (13/4/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Penjelasan BPBD

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Munaji, menyampaikan sampah sering menumpuk di area bawah jembatan di Desa Kesambi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

"Sampah muncul setiap ada hujan deras. Sampah tersebut berasal dari hulu di aliran Sungai Piji," katanya kepada kumparan, Senin (13/4).

Ia menyampaikan, pihaknya berkoordinasi dengan lintas sektor untuk menangani sampah di bawah jembatan, ialah berbareng Dinas PUPR Kudus, BPBD Kudus, Dinas PKPLH Kudus, dan lembaga mengenai lainnya.

Menurut Munaji, hujan dengan intensitas deras kemarin hanya mengakibatkan genangan air di area jalur pantura Kudus–Pati, tidak ada rumah roboh dan korban jiwa nihil.

"Kondisi aman, tidak ada korban jiwa. Banjir di area Jalur Pantura Kudus-Pati juga sudah surut," terangnya.

Munaji mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pekan ini. Sebab, saat ini musibah hidrometeorologi bisa saja terjadi kembali.

"Tetap waspada dengan cuaca saat ini. Sebab, musibah hidrometeorologi basah berupa angin kencang, longsor dan banjir dapat terjadi kapan saja," ungkapnya.

Jembatan Tua Akan Dibongkar

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Harry Wibowo, mengatakan Jembatan 10 di Desa Kesambi bakal dibongkar tahun ini. Sejumlah pilar jembatan bakal dihilangkan agar sampah tidak lagi menumpuk di area tersebut.

"Jembatan 10 di Desa Kesambi itu merupakan jembatan kabupaten. Rencananya bulan Mei tahun ini dibongkar dan dibangun baru lagi jembatannya," katanya, Senin (13/4).

Harry menyebut kondisi gedung jembatan sudah terlalu tua sehingga perlu dibongkar dan dibangun kembali. Selain itu, di area bawah jembatan terdapat pilar nan sering menyebabkan sampah tersumbat.

"Alokasi dananya sebesar Rp 5 miliar berasal dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, red) tahun 2026," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan