Gubernur BI soal Rupiah di Atas Rp 17.000: Secara Fundamental akan Stabil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Foto: Widya/kumparan

Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo merespons mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nan hingga sekarang tetap melemah di atas Rp 17.000.

Perry mengakui saat ini kondisi nilai tukar rupiah memang sedang melemah. Berdasarkan info Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 16.00 WIB berada di Rp 17.180 alias melemah 0,22 persen.

“Kami tegaskan bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDGB April 2026 dengan Cakupan Triwulanan, Selasa (22/4).

Meski begitu, Perry menilai rupiah tetap berpotensi bakal kembali menguat. Penguatan tersebut tentu kudu didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia.

Petugas menghitung duit pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata duit asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

“Secara esensial nilai tukar rupiah kita bakal stabil dan condong menguat didukung oleh esensial ekonomi, pertumbuhan ekonomi nan tinggi, inflasi nan rendah, imbal hasil nan menarik,” jelas Perry.

Selain itu, komitmen pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi penopang penting. Apalagi di tengah kondisi geopolitik bumi nan terjadi saat ini.

“Jadi secara keseluruhan tadi kami sampaikan bahwa kondisi esensial dan ketahanan ekonomi eksternal Indonesia kuat dalam menghadapi geopolitik ini,” tutur Perry.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan