GERD dan Gangguan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

GERD dan Gangguan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya

GERD dan Gangguan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)

JAKARTA — Bagi sebagian orang, makan adalah aktivitas nan menyenangkan. Namun bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag kronis, momen ini justru bisa memicu rasa cemas. Kekhawatiran bakal nyeri ulu hati, sesak napas, hingga rasa tidak nyaman setelah makan kerap membikin penderita takut untuk makan.

Kondisi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara gangguan pencernaan dan kesehatan mental. Dalam sebuah obrolan kesehatan, para mahir membahas kejadian tersebut sebagai “lingkaran setan” antara GERD dan kecemasan.

Praktisi kesehatan Dera Nur Tresna mengungkapkan, pengalaman pribadi merawat personil family dengan GERD memperlihatkan bahwa pendekatan nan terlalu membatasi makanan justru dapat memicu stres. Pola makan nan terlalu tawar dinilai berpotensi menurunkan nafsu makan dan memperburuk kondisi psikologis pasien.

Dari sisi medis, dr. Ratri Saumi menjelaskan bahwa GERD terjadi lantaran gangguan pada katup esofagus nan menyebabkan masam lambung naik ke kerongkongan. Ia menegaskan bahwa masam lambung sebenarnya mempunyai kegunaan krusial dalam proses pencernaan, namun menjadi masalah ketika berada di tempat nan tidak semestinya.

"Asam lambung itu krusial untuk mencerna protein. Masalahnya adalah ketika dia 'muncrat' ke tempat nan salah," jelasnya.

Ketika lambung mengalami iritasi, tubuh mengirimkan sinyal ke otak melalui sistem Gut-Brain Axis.

Dampak ke Rasa Cemas

Psikolog klinis Mutia Qoriana menjelaskan bahwa respons ini dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, nan kemudian memperburuk produksi masam lambung. Akibatnya, muncul kekhawatiran berlebih, apalagi rasa takut nan intens seperti thanatophobia alias ketakutan bakal kematian.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com