Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bakal terus memburu Mohammad Riza Chalid (MRC) setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah.
“Kami tetap bekerja sama dengan pihak Interpol, terutama Interpol Indonesia, untuk berupaya mendatangkan kerabat MRC,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, dikutip Antara, Jumat (10/4/2026).
Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyebut Riza Chalid saat ini berada di luar negeri.
Ia menambahkan, Kejagung terus berkoordinasi dengan satuan kerja terkait, ialah NCB Interpol Indonesia, untuk melacak keberadaan tersangka tersebut.
Adapun pada Kamis (10/4) malam, Kejagung mengumumkan penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) tahun 2008-2015, yaitu:
1. Mohammad Riza Chalid (MRC) selaku beneficial ownership Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER).
2. IRW selaku pihak swasta alias kepala perusahaan-perusahaan milik Riza Chalid.
3. BBG selaku Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina dan kedudukan terakhir selaku Managing Director Pertamina Energy Service.
4. AGS selaku Head Of trading Pertamina Energy Services periode 2012–2014.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·