Widodo mengatakan, selain penguatan TPST BLE, DLH Banyumas juga mendorong penguatan bank sampah di tingkat desa untuk menangani beragam jenis sampah, termasuk nan berbobot rendah seperti plastik kresek dan limbah rumah tangga lainnya.
"Saat ini jumlah bank sampah aktif tetap sekitar 40-an unit, sehingga ke depan ditargetkan dapat terbentuk di seluruh desa dan kelurahan nan berjumlah 331 wilayah, terdiri atas 301 desa dan 30 kelurahan," ucap dia.
Menurut Widodo, keberadaan bank sampah bakal disinergikan dengan KSM agar pengelolaan sampah menjadi lebih optimal dan berkelanjutan, termasuk dalam pengumpulan minyak jelantah nan selama ini lebih banyak dikelola oleh bank sampah.
"Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga membuka kesempatan investasi dalam pengolahan sampah, termasuk rencana kerja sama dengan penanammodal dari Malaysia untuk pengolahan bijih plastik dari limbah plastik," ucap dia.
Ia menilai pengembangan TPST BLE tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta support pembiayaan operasional.
"Pendekatan tersebut dinilai krusial agar prasarana nan dibangun tidak hanya selesai secara konstruksi, tetapi betul-betul berfaedah optimal, dimanfaatkan secara berkelanjutan, dan bisa memberikan akibat nyata dalam pengurangan beban sampah di Kabupaten Banyumas," jelas Widodo.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·