Liputan6.com, Jakarta - Cucu Pendiri NU, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam bersilaturahmi dengan Menteri Agama KH Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU) serta angan rekonsiliasi menjelang Muktamar ke-35 NU.
Gus Salam menyampaikan kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya belajar dan berbincang dengan tokoh senior NU nan telah lama berkhidmat di organisasi.
"Saya mau silaturrohim ke Pak Menteri, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A. Beliau telah berkhidmat di NU sejak muda di daerahnya, hingga sekarang berkhidmat sebagai Rais PBNU," kata Gus Salam, Selasa (14/4/2026).
"Ya, beliau kan kiai-ulama NU nan ditakdirkan mendapat tugas sebagai Menteri Agama RI. Kita sebagai santri sepatutnya sowan, ngaji-belajar dan berbincang dengan beliau," sambungnya.
Menurut dia, sosok Nasaruddin Umar mempunyai pengalaman panjang dalam organisasi dan khidmah sosial keagamaan. Ia juga dikenal sebagai sesepuh Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) serta pernah menjabat Katib Aam PBNU periode 2004–2009.
Pertemuan berjalan sekitar satu jam, mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB di ruang kerja Menteri Agama. Dalam obrolan tersebut, Gus Salam mengungkapkan Menag menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi PBNU saat ini serta mendorong adanya rekonsiliasi di internal organisasi.
"Waktu silaturrohim dan obrolan dengan beliau, tadi. Prof. Nasaruddin sebagaimana para sesepuh NU nan lain, merasakan keprihatinan nan mendalam atas situasi PBNU saat ini. Kita merasakannya belum pernah terjadi sepanjang berdirinya NU," ujar Gus Salam.
Gus Salam menambahkan, Menag berambisi seluruh komponen NU dapat mengesampingkan perbedaan demi menjaga marwah organisasi.
"Beliau meminta agar ada kesungguhan dari semuanya untuk merajut kembali kebersamaan demi mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan NU di tengah-tengah umat," ungkapnya.
Selain itu, Menag menyoroti pentingnya penyelenggaraan Muktamar NU nan sehat dan terbuka, termasuk dalam proses pemilihan kepemimpinan.
"Agar dibuka ruang seluas-luasnya bagi kader NU nan mempunyai kapabilitas dan kapabilitas untuk meraih kepercayaan Nahdliyyin, dipilih menjadi ketua PBNU selanjutnya oleh peserta muktamar," kata Gus Salam, menirukan pesan Menag.
"Prof. Nasar juga berharap, pada muktamar kelak bisa terpilih pemimpin NU nan jujur, amanah, luwes dan berintegritas," tambahnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·