Connie Rahakundini: Kasus Penyerangan Air Keras Andrie Kontras jadi Momen Pembenahan TNI

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Dalam rekomendasinya, Connie menekankan perlunya memperkuat koordinasi sipil-militer nan transparan dan akuntabel, mereformasi kelembagaan intelijen, serta memastikan perlindungan HAM terintegrasi secara institusional.

"Intelijen tidak menjadi 'black box' nan tertutup dari pengawasan publik. Kasus Andrie Yunus kudu dijadikan momentum pembenahan, bukan sekadar catatan kelam nan dilupakan," kata dia.

"Kasus ini kudu dikawal berbareng agar penanganannya transparan hingga ke akar, termasuk mengungkap motif, tokoh intelektual, dan rantai komando secara menyeluruh," Connie menandasi.

Sebagai informasi, Aktivis KontraS Andrie Yunus diserang air keras orang tak dikenal dengan air keras pada 12 Maret 2026 pada pukul 23.30 WIB di area Salemba. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius hingga mencapai 20%.

Belakangan, berasas hasil penyelidikan diketahui pelaku adalah empat personil TNI dari kesatuan BAIS, ialah NDP, SL, BHW, ES.

Berkas perkara keempatnya sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer, artinya dalam waktu dekat keempatnya bakal bersidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap Andrie.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita