Menteri Luar Negeri (Menlu) negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk melanjutkan negosiasi nan sempat buntu demi mengakhiri bentrok secara permanen.
Seruan ini disampaikan dalam Pertemuan Khusus Kedua Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) nan digelar secara virtual pada Senin (13/4), membahas eskalasi bentrok di Timur Tengah dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya nan dibagikan via akun resmi X, ASEAN menyambut gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran nan diumumkan pada 8 April lalu.
"Kami menyambut gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran," demikian bunyi pernyataan itu.
ASEAN juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan maritim dan kebebasan navigasi, termasuk penerbangan, sesuai norma internasional.
Secara khusus, ASEAN menyoroti situasi di Selat Hormuz nan menjadi jalur vital perdagangan global.
Mereka meminta pemulihan jalur transit nan kondusif di area tersebut, sejalan dengan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS).
"Kami menyerukan pemulihan jalur transit nan aman, tanpa hambatan, dan berkepanjangan bagi kapal dan pesawat di Selat Hormuz," lanjut pernyataan berbareng itu.
Selain itu, seluruh pihak diminta memastikan keselamatan pelaut dan kapal, termasuk mengikuti standar keselamatan internasional seperti SOLAS.
Pertemuan virtual ini dipimpin Menlu Filipina Ma. Theresa Lazaro dan diikuti Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, sebagai kelanjutan dari pertemuan serupa pada Maret lalu. Indonesia diwakili oleh Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Ina Krisnamurthi.
Para menteri menyoroti akibat bentrok terhadap kawasan, terutama pada ketahanan daya dan pangan, serta menegaskan komitmen ASEAN untuk menjaga stabilitas dan solidaritas regional.
Diketahui, AS dan Iran telah melakukan perundingan tenteram di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4) dan berhujung tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4). Negosiasi nan berjalan selama 21 jam itu kandas usai kedua negara berbeda tajam, terutama mengenai rumor program nuklir Iran dan tuntutan masing-masing pihak.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·