Anggota DPR Aboe Bakar Menangis dan Minta Maaf Usai Diperiksa MKD Buntut Singgung Ulama Madura

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al-Habsyi menangis usai diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR buntut ucapannya nan menyinggung ulama dan tokoh kepercayaan mengenai narkoba di Pulau Madura. Dia mengaku salah lantaran ucapannya bisa menciptakan banyak persepsi.

Pernyataan kontroversi itu disampaikan Aboe saat rapat Komisi III DPR RI berbareng Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Selasa (7/4/2026).

"Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya kudu mengatakan saya minta maaf," kata Aboe di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dia pun mengaku sudah memberikan keterangan kepada MKD DPR dalam pemanggilan tersebut. Dia mengatakan tidak ada niat untuk menyudutkan ustadz dan pesantren di Madura.

"Perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan agar BNN untuk membantu agar narkoba tidak masuk ke wilayah-wilayah pesantren dan masyarakat," katanya.

Dia mengatakan penyebaran narkotika sudah semakin luas di tengah masyarakat hingga menyasar beragam lapisan. Untuk itu, dia pun membujuk lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pencegahan narkoba.

"Namun saat ini langkah penyampaian saya nan kurang tepat. Saya ulangi lagi pernyataan saya kurang tepat. Sehingga menimbulkan multitafsir," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita