Diberitakan sebelumnya, Saiful Mujani menilai pelaporan itu sah, namun tak tepat dibawa ke ranah negara. Menurutnya, sikap dan opini sebaiknya ditanggapi secara terbuka.
“Tidak bagus untuk kerakyatan jika melibatkan negara (polisi) mengurus opini dan sikap politik warga. Bantah saja, kritik musuh kritik,” ujar dia.
Dia menambahkan, pelibatan abdi negara dalam urusan opini bisa menunjukkan negara makin represif.
"Kecuali saya menciderai orang lain secara bentuk alias menghilangkan kewenangan orang lain,” ucapnya.
Kasus ini bermulai saat Saiful Mujani menyampaikan sambutan dalam aktivitas legal bihalal. Ucapannya kemudian dianggap sebagai makar.
Potongan video sambutan itu viral dan memicu perdebatan di media sosial. Dalam rekaman, dia menyebut konsolidasi untuk menjatuhkan Prabowo.
"Saya aternatifnya bukan, bukan pada prosedur nan formal-formal impeachment seperi itu. Itu tidak bakal jalan nan jalan hanya ini bisa gak kita konsolidasi diri untuk menjatuhkan Prabowo," kata Saiful seperti dikutip dari video beredar, Kamis.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan peserta acara. Dai juga menyebut upaya tersebut sebagai langkah menyelamatkan diri dan bangsa.
"Hanya itu, jika nasehati Prabowo gak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan bukan selamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terimakasih," tandasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·