100 Gudang Bulog Bakal Dibangun, Beras Bisa Tahan sampai 2 Tahun

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Bulog bakal membangun 100 penyimpanan baru. Pembangunan ini dilakukan lantaran adanya keterbatasan kapabilitas penyimpanan nan saat ini mulai kewalahan menampung stok beras pemerintah.

Dalam pembangunan tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 triliun untuk pembangunan 100 titik penyimpanan baru nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Hal ini tertuang Peraturan Presiden (Perpres) No 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Aturan bertindak sejak diundangkan 11 Maret 2026

Zulhas mengatakan 100 penyimpanan nan bakal dibangun nantinya dilengkapi dengan teknologi modern sehingga bisa menjaga kualitas beras dalam hingga 2 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gudangnya ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kemarin Kepala BRIN mengatakan ini bisa tahan 2 tahun," ujar Zulhas usai Rapat Koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Hamdani mengatakan pembangunan 100 penyimpanan baru tersebut bakal bisa menampung 900.000 ton beras.

"Target dari total pembangunan 100 prasarana pasca panen ini, jika kami hitung dengan total jumlah pembangunan itu lebih kurang untuk sekitar 900 ribu ton," katanya.

100 penyimpanan baru tersebut bakal tersebar di 92 kabupaten/kota. Selain itu, 48 penyimpanan menggunakan lahan hibah dari Pemerintah Daerah dan 52 sisanya memakai lahan milik Bulog.

"Sekarang nan hibah aset lahan untuk penyimpanan ini banyak sekali dari masing-masing pemda. Karena apa? Karena pemda-pemda itu juga pengin punya penyimpanan Bulog tambahan. Karena mereka sadar bahwa produksi pangan kita sangat meningkat khususnya beras. Jadi overload-lah rata-rata," terang Ahmad.

Terkait kapan mulai dilakukan pembangunannya, Ahmad belum dapat memastikan. Namun dia mengharapkan pembangunan ini dapat segera dimulai.

"Rencana pembangunan sesegera mungkin. Begitu ini ditanda tangan beliau, kita langsung dengan BUMN Karya langsung eksekusi kelak semuanya," katanya.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance