Zulhas Respons Isu Kipas Angin KDMP Rp 1,8 Triliun: Bakal Diverifikasi BPK-BPKP

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan pers usai rapat berbareng Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan namalain Zulhas, buka bunyi mengenai rumor pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan anggaran Rp 1,8 triliun nan sempat disorot dalam rapat Komisi VI DPR.

Zulhas menyebut seluruh alokasi anggaran proyek KDMP dilakukan secara transparan dan bakal diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Nanti bakal diverifikasi dan divalidasi. Sekarang divalidasi oleh BPKP dan BPK. InsyaAllah kita lakukan dengan transparan dan terbuka," tegasnya saat rapat koordinasi KDMP di instansi Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (28/7).

Saat ditanya mengenai pengadaan kipas angin, Zulhas hanya menjelaskan bahwa pembangunan KDMP memerlukan anggaran Rp 4 juta per meter persegi. Adapun setiap unit KDMP dibangun seluas 600 meter persegi alias 20x30 meter.

Dia menegaskan pembiayaan KDMP dilakukan secara lump sum alias metode pembayaran biaya dalam jumlah tetap nan dilakukan sekaligus dalam satu kali transaksi, tanpa dicicil alias dihitung berasas rincian pengeluaran riil di lapangan.

MenPanRB Rini Widyantini, Menko Pangan Zulhas, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Mendes PDT Yandri Susanto dalam konvensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Senin (4/5/2026). Foto: Widya/kumparan

"Yang dibangun itu kan 600 meter, nilainya lump sum lantaran ada nan mahal sekali, menurut [Kementerian] PU itu Rp 4 juta per meter, itu jika Rp 4 juta kali 600 meter Rp 2,4 miliar," jelas Zulhas.

Hanya saja, Zulhas menyebut bahwa pihak TNI nan bertanggung jawab atas pembangunan KDMP bisa menekan anggaran hingga Rp 1,6 miliar per unit alias lebih rendah, apalagi di wilayah terpencil.

"Dengan TNI itu bisa ditekan itu Rp 1,6 [miliar], ada nan di bawah 1,6, tapi ada juga nan di atas 1,6, tapi rata-rata 1,6 [miliar]. Misalnya di Maluku, di Papua itu mahal sekali. Padahal dari PU itu bisa Rp 4 juta, Rp 2,4 miliar," tuturnya.

Sementara untuk keperluan kendaraan masing-masing KDMP, lanjut Zulhas, kira-kira mencapai Rp 1,1 miliar. Sehingga total kebutuhan anggarannya sekitar Rp 2,7 miliar per unit koperasi.

"Rp 300 juta sisanya itu ada untuk klinik, macam-macam, ya. Raknya," tandas Zulhas.

Direkrur PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota pada aktivitas Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sebelumnya Direktur Utama PT Agrinas Pangan Indonesia, Joao Mota, menanggapi rumor pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk KDMP. Dia meminta personil Komisi VI DPR Mufti Anam menyampaikan info nan jeli sebelum melontarkan pernyataan tersebut.

Joao prihatin terhadap pernyataan nan disampaikan tanpa didasari oleh info nan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita prihatin ya khususnya memandang bahwa personil majelis kita berani bicara di publik tanpa mendapatkan data-data nan prudent,” ujar Joao saat dikonfirmasi pada aktivitas Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di area Taman Mini Indonesia Indah pada Kamis (16/7).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan