Zulhas: 3.500 Lebih SPPG Belum Ajukan SLHS

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam gelaran peresmian Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). Foto: Widya/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan ada lebih dari 3.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan belum mengusulkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah bakal menertibkan SPPG tersebut sebagai bagian dari perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini terdapat 27.845 SPPG secara keseluruhan. Namun, terdapat 463 SPPG nan belum terdata dengan baik sehingga pemerintah bakal melakukan pengecekan dan menindaklanjutinya.

"Sudah didata ada 27.845 SPPG totalnya, tetapi ada 463 nan tidak terdata dengan baik. Ini bakal dicek langsung, bakal ditindaklanjuti, ya. Jadi nan dipastikan itu 27.022, itu," kata Zulkifli saat menghadiri rapat perbaikan tata kelola MBG di gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

Zulkifli menjelaskan dari 27.022 SPPG nan tersertifikasi datanya, tetap ada SPPG nan belum mengusulkan SLHS. Kondisi tersebut perlu ditertibkan untuk memastikan keamanan makanan nan diproduksi dalam program MBG.

"Nah dari 27.022 itu, ada juga nan tidak mengusulkan SLHS, nggak ngajuin dia," tegas Zulkifli.

Dia menyebut terdapat 3.060 SPPG nan tidak mengusulkan SLHS. Apabila digabungkan dengan 463 SPPG nan sebelumnya belum terdata dengan baik, maka ada lebih dari 3.523 dapur nan perlu ditindaklanjuti dalam pembenahan tata kelola tersebut.

"Ada 3.060 nan tidak mengajukan, jika mengusulkan tidak SLHS kan kita ragu-ragu, ambil cek ini kelak masaknya gimana, gitu. Dan tadi ada 463 nan tidak terdata artinya 3.500 lebih dapur nan tidak mengusulkan SLHS," katanya.

Pemerintah bakal menindaklanjuti persoalan SPPG nan belum mengusulkan SLHS. Pembenahan itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola SPPG nan telah beraksi agar penyelenggaraan MBG tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Zulkifli menegaskan keselamatan anak-anak penerima faedah MBG menjadi prioritas dalam pembenahan tersebut.

“Ini bakal ditertibkan, kasih waktu, agar... jadi nan sedang diselesaikan itu proses-proses internal nan bakal menyangkut outputnya kelak masakan itu kudu sehat, gitu. Kesehatan anak-anak Indonesia nan bakal makan kudu nomor satu” tutup dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan