Zuckerberg Yakin AI Agent Akan Dimiliki Miliaran Orang dalam Lima Tahun

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Zuckerberg Yakin AI Agent Akan Dimiliki Miliaran Orang dalam Lima Tahun CEO Meta Mark Zuckerberg memprediksi miliaran orang bakal mempunyai AI agent pribadi dalam lima tahun untuk membantu pekerjaan, belajar, hingga aktivitas sehari-hari.(Instagram)

CEO Meta, Mark Zuckerberg, memprediksi dalam lima tahun ke depan, miliaran orang di seluruh bumi bakal mempunyai AI agent pribadi nan berfaedah sebagai asisten digital untuk membantu beragam aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga mengatur kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut disampaikannya saat konvensi laporan finansial (earnings call) Meta kuartal II 2026. 

Menurut Zuckerberg, tujuan utama Meta bukan hanya mengembangkan model AI nan semakin canggih. Tetapi juga menghadirkan teknologi nan betul-betul berfaedah dan mudah digunakan oleh masyarakat luas.

Menurut Mark Zuckerberg, perkembangan AI selama ini tetap berfokus pada kebutuhan teknis, seperti membantu pemrograman, padahal faedah terbesarnya bakal terasa ketika AI bisa menjadi pendamping pribadi nan memahami kebutuhan setiap individu. 

Maka, dia memprediksi dalam lima tahun ke depan bakal ada ratusan juta hingga miliaran AI agent nan digunakan di seluruh dunia, dengan nyaris setiap orang mempunyai AI pribadi layaknya smartphone alias akun media sosial saat ini.

AI Agent Diprediksi Jadi Teman Sehari-hari

Menurut Mark Zuckerberg, AI agent bukan sekadar chatbot nan menjawab pertanyaan, melainkan asisten digital nan bisa memahami kebiasaan dan preferensi pengguna untuk memberikan support nan lebih personal. 

AI ini diproyeksikan dapat membantu menyusun jadwal, mengelola keuangan, merencanakan perjalanan, memberikan saran kesehatan, hingga mendukung aktivitas belajar dan bekerja. 

Ia meyakini masyarakat bakal lebih memerlukan AI nan bisa mendampingi kehidupan sehari-hari dibandingkan AI nan hanya berfokus pada tugas teknis seperti pemrograman, sehingga AI individual berpotensi menjadi langkah utama manusia berinteraksi dengan teknologi di masa depan.

Bukan Hanya untuk Individu, tetapi Juga Bisnis

Zuckerberg menilai AI agent tidak hanya bakal digunakan oleh individu, tetapi juga menjadi bagian krusial dari bumi usaha. 

Menurutnya, nyaris setiap upaya nantinya bakal mempunyai AI agent untuk melayani pelanggan, mulai dari menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi produk, hingga menangani jasa purna jual. 

Meta mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 1 juta pelaku upaya telah menggunakan AI agent setiap minggu melalui WhatsApp, Messenger, dan Instagram, menandakan mengambil AI di sektor upaya terus meningkat.

Meta Siapkan Investasi Jumbo

Untuk mendukung pengembangan AI, Meta berencana menggelontorkan shopping modal sekitar US$130 miliar hingga US$145 miliar sepanjang 2026 untuk membangun pusat data, memperluas kapabilitas komputasi, dan mengembangkan prasarana AI generasi terbaru. 

Investasi ini menjadi salah satu nan terbesar dalam sejarah perusahaan dan menegaskan bahwa AI sekarang menjadi prioritas utama Meta sekaligus investasi jangka panjang untuk memperkuat posisinya di industri teknologi global.

Persaingan AI Semakin Memanas

Prediksi Mark Zuckerberg muncul di tengah persaingan ketat perusahaan teknologi seperti Meta, OpenAI, Google, Microsoft, Anthropic, dan xAI dalam mengembangkan AI generatif. 

Namun, menurutnya, keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, melainkan juga seberapa luas teknologi tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Meta berfokus mengembangkan AI nan mudah diakses melalui platformnya, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. 

Zuckerberg optimistis AI agent bakal menjadi kebutuhan sehari-hari layaknya smartphone, sehingga dalam lima tahun mendatang masyarakat diperkirakan mempunyai asisten digital pribadi untuk membantu beragam aktivitas. (The Verge/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia