Zelensky Komplen, Perang Iran Buat AS Lupa Perang Ukraina

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa mengatakan para negosiator perdamaian Amerika Serikat (AS) sekarang "tidak punya waktu untuk Ukraina". Ia apalagi menyebut saat ini, ada gangguan nyata dalam pengiriman senjata dari AS untuk negara itu, nan tetap bertempur dengan Rusia.

Hal ini terjadi lantaran perang di Iran. Selasa, Zelensky mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Jerman, ZDF, bahwa kedua utusan AS nan semestinya membantu menengahi perang Ukraina-Rusia, Steve Witkoff dan Jared Kushner, "terus-menerus melakukan pembicaraan dengan Iran" saat ini.

Mengutip AFP, Rabu (15/4/2026), menggambarkan keduanya sebagai "pragmatis", Zelensky mengatakan mereka mencoba "mendapatkan lebih banyak perhatian dari Putin untuk mengakhiri perang". Namun, tambah Zelensky, "jika Amerika Serikat tidak menekan Putin dan hanya terlibat dalam perbincangan nan lembut dengan Rusia, maka mereka tidak bakal lagi takut".

Memang pembicaraan nan dipimpin AS untuk mengakhiri bentrok paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II telah terhenti sejak perang Iran meletus pada 28 Februari. Para negosiator Rusia dan Ukraina belum berjumpa sejak Februari di Jenewa.

"Jika perang berlanjut, bakal ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting, terutama dalam perihal material untuk pertahanan udara," singgung Zelensky lagi soal support senjata melawan Rusia dari AS.

Hal sama juga disinggung Zelensky dalam konvensi pers selama kunjungan kenegaraannya ke Norwegia. Bantuan AS untuk rudal pencegat PAC-3 serta rudal PAC-2 terganggu.

Ia mengatakan bahwa peralatan tersebut sebagian besar dibeli melalui program PURL, nan diluncurkan tahun lalu. Ini memungkinkan Ukraina untuk menerima peralatan AS nan dibiayai oleh negara-negara Eropa.

"Pada awal perang di Timur Tengah, kami memahami bahwa kami dapat menghadapi tantangan," kata Zelensky.

"Pengiriman datang perlahan dan mencatat bahwa itu adalah situasi nan sangat susah Ukraina," tambahnya.

Perang Rusia dan Ukraina nan sekarang memasuki tahun kelima. Berdasarkan info BBC dan analis Barat, ada 400.000-650.000 tentara tewas lantaran perang ini dengan, dengan 15.000 lebih penduduk sipil kehilangan nyawa. Berdasarkan info PBB nan terverifikasi.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News