Yusuf Mahardika Akui Relate dengan Konflik Ibu-Anak di Film Crocodile Tears

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Yusuf Mahardika saat media junket Crocodile Tears di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Aktor Yusuf Mahardika mengaku punya kedekatan emosional dengan karakter Johan nan dia perankan dalam movie Crocodile Tears. Dalam movie tersebut, Yusuf memerankan sosok anak nan tumbuh dengan pola asuh orang tua nan keras.

Ia menyebut pengalaman itu terasa relate dengan kehidupan pribadinya.

“Kebetulan saya juga strict parent, sih, jadi bukan perihal nan rumit untuk saya rasakan. Aku udah pernah merasakan ini, jadi ada banyak irisan emosi antara Johan sama aku,” ujar Yusuf Mahardika kepada kumparan saat ditemui di area Jakarta Selatan.

Karakter Johan sendiri digambarkan berada di persimpangan antara berkhidmat kepada orang tua dan kemauan untuk mempunyai hidupnya sendiri. Hal ini membikin Yusuf tak hanya berakting, tetapi juga ikut merefleksikan hubungannya dengan sang ibu.

“Aku jadi memandang kayak, rupanya ibu tuh enggak sepenuhnya salah dan enggak sepenuhnya benar. Mungkin lantaran umurku waktu itu, saya melihatnya jadi beda. Bisa jadi jika saya di posisi dia, saya bakal melakukan perihal nan sama,” lanjutnya.

Yusuf Mahardika saat media junket Crocodile Tears di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Meski terasa dekat secara emosional, Yusuf mengakui proses syuting movie ini cukup menguras energi. Terlebih lantaran banyak segmen intens nan hanya melibatkan sedikit pemain.

“Capek juga lantaran di set kami hanya bertiga dan kebanyakan di satu lokasi. Jadi intens banget. Syuting tiga scene aja rasanya kayak sepuluh scene penuh.” katanya.

Ia menambahkan, setiap segmen memerlukan obrolan mendalam agar tetap selaras dengan visi sutradara.

“Karena adegannya berat, kita juga kudu menyamakan langkah main kita dengan visi sutradara. Jadi memang banyak obrolan sebelum take,” jelas Yusuf.

Marissa Anita saat media junket Crocodile Tears di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sementara itu, musuh mainnya, Marissa Anita, nan berkedudukan sebagai sang ibu, mengaku punya pendekatan berbeda dalam membangun karakternya. Marissa menyebut dirinya tidak sepenuhnya relate dengan pola asuh strict parents, lantaran latar belakang pribadinya nan condong lebih “rumahan”.

“Aku orangnya rumahan, jadi nggak terlalu banyak mengalami itu. Tapi justru cocok juga sama karakter ibu nan memang maunya di rumah terus,” ujar Marissa.

Ia menjelaskan, karakter ibu dalam movie ini mempunyai latar belakang emosional nan kompleks. Mulai dari menikah muda, kehilangan pasangan, hingga kudu membesarkan anak seorang diri.

“Bayangin dia hanya punya anaknya sebagai satu-satunya memori dari suaminya. Jadi wajar jika dia jadi sosok nan protektif,” jelas Marissa.

Meski mengangkat bentrok family nan cukup intens, baik Yusuf maupun Marissa sepakat bahwa cerita dalam Crocodile Tears terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ini movie tentang manusia. Jadi apa nan dirasakan karakternya, ya sebenarnya kita juga pernah merasakan,” tutup Marissa.

Film Crocodile Tears berfokus pada kehidupan Johan (Yusuf Mahardika) nan sehari-hari hidup berbareng ibunya (Marissa Anita) untuk mengurus sebuah peternakan buaya di wilayah terpencil, tanpa disrupsi dari bumi luar.

Namun, sang ibu mulai kehilangan kendali ketika Johan mulai jatuh cinta pada seorang gadis, Arumi (Zulfa Maharani) untuk pertama kalinya dan membikin kehidupan sang ibu tak lagi sama. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei mendatang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan