Harga BBM Setara Pertalite di Tetangga RI Tembus Rp33.000/Liter

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di nyaris seluruh negara di dunia. Hal ini tak lain dipicu oleh lonjakan nilai minyak mentah bumi akibat gangguan rantai pasok di Selat Hormuz.

Di Indonesia, kenaikan nilai BBM bertindak "hanya" untuk sejumlah BBM non subsidi, baik bensin dan Solar/diesel. Sementara nilai BBM bersubsidi seperti bensin Pertalite (RON 90) dan Biosolar masing-masing tetap dibanderol Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter, alias tidak mengalami kenaikan.

Hal ini terjadi lantaran Pemerintah Indonesia tetap menanggung beban subsidi, sehingga nilai BBM bersubsidi dijaga untuk tidak mengalami kenaikan.

Berbeda dengan Indonesia, negara tetangga juga turut meningkatkan nilai bensin RON 91 setara Pertalite. Di Australia dan Selandia Baru misalnya.

Warga Indonesia nan tinggal di Auckland, Selandia Baru, membagikan pengalamannya saat membeli bensin.

Mengutip video nan diunggah di akun IG @catatansiwok, nilai bensin di wilayah tersebut melonjak tajam dan apalagi berubah nyaris setiap hari.

Ia mengungkapkan, dalam empat minggu terakhir nilai bensin terus merangkak naik. Meski demikian, pasokan di kota besar seperti Auckland tetap relatif aman.

"Perang empat minggu, tiap hari lihat bensin makin naik. Untung gue di Auckland nan notabene kota gede, supply tetap aman," ujarnya, dikutip Rabu (22/4/2026).

Namun, kondisi berbeda terjadi di kota kecil. Menurutnya, BBM jenis RON 91 alias setara Pertalite dilaporkan mulai langka.

Berdasarkan obrolan nan ada di dalam video, dia menyebut nilai bensin di Auckland sekarang mencapai sekitar 3,3 dolar Selandia Baru (NZD) per liter untuk RON 91 dan 3,5 NZD per liter untuk RON 95.

Adapun, andaikan dikonversikan ke rupiah dengan dugaan kurs Rp10.124 per 1 NZD, maka nilai RON 91 setara sekitar Rp33.409 per liter dan RON 95 sekitar Rp35.434 per liter.

Kenaikan nilai ini berakibat langsung pada pengeluaran pemilik akun. Ia menyebut jika sebelumnya kudu merogoh kocek bensin per minggu sekitar 40 NZD sekarang meningkat menjadi 60 NZD.

Menurutnya, sebelum naik nilai bensin tetap berada di kisaran 2,3 NZD per liter, namun sekarang naik menjadi sekitar 3,3 NZD per liter alias melonjak sekitar 1 NZD per liter.

Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan Indonesia nan tetap memberikan subsidi BBM. Masyarakat Indonesia relatif lebih beruntung lantaran nilai Pertalite tetap disubsidi pemerintah.

"Kalau di sini itu hitungannya harian, jadi nilai tiap hari pasti berubah. Tuh cek Rp600 ribu hanya dapat 17 liter. Ya beruntunglah di Indonesia tetap ada subsidi," ujarnya.

Sebagai informasi, berasas info terbaru, nilai BBM di Selandia Baru tetap berada di level nan cukup tinggi, dengan nilai bensin di sejumlah terminal utama rata-rata di atas 3 NZD per liter.

Berdasarkan info nilai BBM di SPBU BP di Selandia Baru per 21 April 2026, nilai bensin RON 95 (M95) di terminal Marsden Point TLF tercatat sebesar 3,17 NZD per liter. Sementara itu, di terminal Wiri nilai M95 apalagi mencapai sekitar 3,19 NZD per liter.

Adapun untuk RON 91 (M91) nilai tercatat antara lain di Marsden Point TLF, Wiri, Mount Maunganui, Napier, New Plymouth, Hutt City, Seaview, Nelson, Lyttelton, Dunedin berkisar di level 3,05-3,09 NZD per liter.

Daftar Negara Masih Jual Bensin Setara Pertalite

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, Indonesia bukan satu-satunya negara nan tetap menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas Research Octane Number (RON) di bawah 92. Sejumlah negara lain juga tetap mempertahankan penggunaan BBM beroktan rendah, meski jumlahnya semakin terbatas.

Secara global, tren penggunaan BBM menunjukkan pergeseran ke arah bahan bakar dengan RON lebih tinggi. Mayoritas negara sekarang telah beranjak ke bensin dengan oktan minimal 92 alias lebih.

Negara-negara seperti Mesir, Uzbekistan, hingga negara tetangga layaknya Filipina dan Thailand pun tetap menjual BBM di bawah RON 92. Mesir menjadi salah satu negara di bumi dengan perekonomian terbesar di Afrika Utara nan tetap menjual BBM dengan RON nan tergolong rendah ialah hanya 80.

Subsidi BBM tetap diterapkan di Mesir untuk menjaga nilai bahan bakar tetap terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk subsidi ini agar nilai BBM tetap rendah bagi masyarakat nan berpenghasilan rendah.

Daya beli masyarakat di Mesir condong lebih rendah dibandingkan negara-negara maju, sehingga pemerintah mempertahankan opsi BBM nan lebih murah seperti RON 80.

Selain argumen daya beli nan rendah, dari sisi prasarana dan teknologi kendaraan pun, tetap banyak kendaraan di Mesir, terutama kendaraan tua dan pikulan umum, tetap bisa menggunakan BBM RON 80 tanpa masalah berarti.

Kendaraan lama dengan mesin berkompresi rendah tidak memerlukan BBM dengan RON tinggi, sehingga permintaan untuk RON 80 tetap tinggi.

Dikutip berasas Ministry of Petroleum and Mineral Resources Arab Republic of Egypt, terdapat tiga jenis jenis local gasoline, ialah Gasoline 80, Gasoline 92, dan Gasoline 95.

Bukan hanya Mesir, negara tetangga layaknya Thailand dan Filipina juga menjual BBM dengan RON di bawah 92 alias tepatnya RON 91.

Kedua negara tersebut tetap menjual BBM RON 91 lantaran beberapa aspek utama nan berangkaian dengan standar regulasi, kebutuhan kendaraan, dan keseimbangan nilai serta kualitas bahan bakar.

Kebijakan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan modern dan standar izin nan lebih ketat dibandingkan negara-negara nan tetap menggunakan BBM dengan RON lebih rendah seperti RON 80 alias 87.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News