Yovie Widianto mengenang perjalanan panjang Kahitna nan sekarang menginjak usia 40 tahun. Salah satu perihal nan menurutnya menjadi karakter sekaligus tantangan Kahitna sejak awal adalah jumlah personelnya nan mencapai sembilan orang.
Yovie mengaku sempat diragukan ketika membangun Kahitna dengan susunan tersebut. Banyak orang mempertanyakan gimana sembilan personel bisa memperkuat dan membagi peran dalam sebuah band.
“Yang unik adalah kami ini band nan jumlahnya tuh sembilan orang. Awalnya itu saya selalu diragukan oleh banyak orang,” ujar Yovie Widianto saat ditemui di area Kuningan, Jakarta Selatan.
“Pertanyaan nan disampaikan ke saya pasti, ‘Yov, kan lo kayanya dengan sembilan orang bagi-bagiannya seperti apa?’” sambungnya.
Namun, bagi Yovie, sembilan personel bukan sekadar jumlah. Ia memandang ada sembilan angan dan angan nan melangkah berbareng untuk menjaga perjalanan Kahitna.
“Saya selalu menceritakan sama teman-teman, banyak nan lupa bahwa dengan sembilan orang itu ada sembilan angan nan mendoakan kami bersama-sama,” jelas Yovie.
Perjalanan Kahitna sendiri menurut Yovie sudah dimulai sejak dia dan rekan-rekannya tetap berguru di Bandung. Cikal bakalnya apalagi sudah muncul sejak duduk di bangku SMP, sebelum Kahitna resmi memulai pekerjaan saat SMA.
Kini, setelah empat dasawarsa lamanya, sebagian besar personel tetap bertahan. Hanya Budi sang penabuh drum nan saat ini tidak aktif lantaran kondisi kesehatan.
“Dan nan lainnya tetap tetap sembilan orang itu. Tidak berganti dengan manajer nan tetap sama, dengan tim nan semakin besar, dengan kru nan semakin besar,” tutur Yovie.
Bukan hanya personel, Yovie juga menilai kekuatan Kahitna terbentuk dari hubungan kekeluargaan dengan orang-orang nan sudah bekerja berbareng mereka selama puluhan tahun.
“Kru-kru nan bekerja di Kahitna itu ada nan sudah 35 tahun, 36 tahun, 30 tahun. Bahkan nan paling muda itu rata-rata sudah 10 tahun,” ungkapnya.
Dukungan Fans Kekuatan Utama Kahitna
Yovie juga menyebut support para fans nan dikenal dengan nama Soulmate juga menjadi salah satu argumen Kahitna bisa memperkuat hingga saat ini.
“Kahitna tidak hidup hanya dengan karya-karya masa lalu. Tapi di setiap dekade, di setiap masanya itu, kami punya keberuntungan punya hits baru,” beber Yovie.
“Banyak sekali band-band nan bagus-bagus di Indonesia. Tetapi ada angan nan besar dari family besar nan mendukung Kahitna, termasuk dari Soulmate,” tambahnya.
Bagi Yovie, bertahannya Kahitna selama empat dasawarsa bukan semata-mata lantaran keahlian bermusik. Ada doa, support penggemar, serta orang-orang nan terus menjaga perjalanan mereka.
“Kalau tidak terus di-support oleh teman-teman dari Soulmate, tentu sebenarnya dari tahun 90 alias 2000 juga mungkin sudah tergeser,” kata Yovie.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·