Yoon Suk Yeol Didalami Soal Alasan Tetapkan Darurat Militer

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Yoon Suk Yeol Didalami Soal Alasan Tetapkan Darurat Militer eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol(AFP)

PRESIDEN Korea Selatan nan telah dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, pada Sabtu (6/6) diperiksa interogator atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi hak-hak pihak lain mengenai pesan-pesan nan membenarkan upayanya memberlakukan darurat militer nan kandas pada 2024.

Yoon, nan saat ini ditahan di Pusat Penahanan Seoul, tiba di instansi penasihat unik di Gwacheon, tepat di selatan Seoul. Ini merupakan pertama kalinya dia diperiksa oleh tim penasihat unik sejak tim tersebut dibentuk pada 25 Februari.

Ia diduga mengarahkan Kementerian Luar Negeri dan Kantor Keamanan Nasional (NSO) untuk mengirimkan pesan kepada negara-negara sekutu, termasuk Amerika Serikat, nan menggambarkan deklarasi darurat militernya sebagai tindakan nan sah.

Pesan-pesan tersebut dilaporkan menyatakan bahwa langkah itu sebagai tindakan nan diperlukan untuk melindungi kerakyatan dan menghadapi kekuatan nan pro-Korea Utara.

NSO diyakini telah menyampaikan pesan Yoon kepada Badan Intelijen Nasional sehari setelah deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024. Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disampaikan kepada seorang pejabat CIA.

Penyelidikan nan tetap berjalan saat ini disebut berfokus pada motif Yoon di kembali pengiriman pesan tersebut serta kondisi nan melatarbelakangi pengirimannya.

Yoon dicopot dari jabatannya tahun lampau setelah dinyatakan bersalah atas pemberlakuan darurat militer.

Sejumlah perkara telah diajukan terhadapnya, dan saat ini dia sedang menjalani balasan penjara seumur hidup mengenai putusan kasus darurat militer tersebut. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia