Laba Bersih BCA Rp 29,5 T per Semester I, Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.000 T

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Gedung BCA. Foto: Shutterstock

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun pada semester I 2026. Capaian ini naik 1,8 persen dibanding periode nan sama tahun sebelumnya Rp 29 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan perseroan menjaga penyaluran angsuran secara pruden ke beragam sektor, sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional.

“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan pengguna setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Hendra dalam konvensi pers Kinerja BCA Kuartal II 2026 secara daring, Selasa (28/7).

Ia menyatakan, total kredit BCA tumbuh menjadi Rp 1.036 triliun, naik 8 persen secara tahunan alias year on year (yoy). Realisasi tersebut menjadi capaian baru bagi perseroan lantaran untuk pertama kalinya nilai penyaluran angsuran menembus Rp 1.000 triliun.

Dari sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) meningkat 10,2 persen yoy menjadi Rp 1.082 triliun, sehingga total biaya pihak ketiga (DPK) naik 7,9 persen yoy menjadi Rp 1.284 triliun. Porsi CASA tercatat mencapai 84,3 persen dari total DPK, dengan biaya dana tetap terjaga.

Pertumbuhan angsuran ditopang pembiayaan produktif nan naik 11 persen yoy menjadi Rp 802 triliun, terdiri dari angsuran korporasi nan tumbuh 13,6 persen yoy menjadi Rp 513,4 triliun, serta angsuran komersial dan UKM nan meningkat 6,6 persen yoy menjadi Rp 288,5 triliun. Di sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) masing-masing terjaga di level 4,9 persen dan 1,9 persen.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong membuka aktivitas BCA Expoversary 2026 pada Kamis (5/2/2026) di ICE BSD, Tangerang. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hendra melanjutkan, pertumbuhan pembiayaan berkepanjangan alias green financing sebesar 19 persen yoy menjadi Rp 123 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong pembiayaan sektor daya terbarukan nan melonjak 82 persen yoy menjadi Rp 7,7 triliun, serta angsuran kendaraan bermotor listrik nan meningkat 25 persen yoy menjadi Rp 4 triliun.

Hendra pun mengatakan keahlian perseroan pada paruh pertama 2026 juga ditopang oleh penyelenggaraan BCA Expoversary 2026 serta penyaluran angsuran produktif ke beragam sektor.

“Kami memastikan penyaluran angsuran BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” tutur Hendra.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan