Yasin Ayari pemain tengah timnas Swedia di Piala Dunia 2026(Dok.Aljazeera)
YASIN Ayari mewujudkan apa nan diimpikan banyak gelandang muda. Ia mencetak gol tujuh menit saat awal pertandingan Swedia vs Tunisia Piala Dunia 2026. Dia tidak merayakannya. Ayari mengangkat kedua tangannya, seolah meminta maaf, lampau membungkuk ke rumput dalam posisi sujud. Rekan-rekannya bergegas menghampirinya, dia tetap diam. Alasannya tertanam dalam garis keturunannya: gol itu tercipta melawan Tunisia, negara asal ayahnya.
Gol pertama Yasin Ayari di Piala Dunia 2026 itu sukses setelah dia memanfaatkan bola nan dibuang oleh pemain Tunisia jatuh ke arahnya di jarak 25 yard di Monterrey, dan dia menyambarnya dengan sempurna. Bola melesat melewati tiga bek di garis gawang dan kiper nan tak berdaya. Itu adalah gol nan layak dirayakan dengan penuh kegembiraan, berlari kencang, dan mengangkat kedua tangan.
Tidak hanya mencetak satu gol, Yasin Ayari juga sukses memasukkan bola ke gawang Tunisia dua kali. Gol kedua tercipta dari tendangan keras dari tepi kotak penalti nan melengkapi brace-nya.
Gol Yasin Ayari memastikan kemenangan Swedia 5-1 pada pertandingan nan digelar Senin (15/6).
Di bawah didikan Graham Potter, tim nasional Swedia tampil di Piala Dunia dengan barisan penyerang nan menarik perhatian, di dalamnya ada Alexander Isak dan Viktor Gyökeres. Namun, justru gelandang muda mereka nan menghadirkan momen paling mengesankan dan tak terduga ialah Yasin Ayari.
Perjalanan pekerjaan sepak bola Yasin Ayari dimulai sejak dini, pada usia tujuh tahun, berbareng klub asal kotanya, Råsunda di Solna sebelum dia pindah ke AIK, salah satu klub terbesar di Swedia.
Bermain di Brighton
Yasin Ayari menembus tim senior AIK pada tahun 2020 dan menunjukkan dirinya sebagai pemain muda nan sangat menjanjikan, dengan mencetak empat gol dalam 24 penampilan liga pada musim terakhirnya di sana. Kemudian, klub asal Inggris Brighton merekrutnya pada Januari 2023 dengan biaya sekitar empat juta euro (£3,5 juta) melalui perjanjian berdurasi empat separuh tahun, nan kemudian diperpanjang hingga 2027. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·