Yang Diketahui soal Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Jakarta -

Kepala sekolah salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melakukan child grooming. Siswi nan kurang mendapat perhatian ayah alias fatherless disebut menjadi sasaran.

Sebagai informasi, Komnas wanita menyebut child grooming merupakan corak kekerasan berbasis kelamin nan menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa nan timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku nan memposisikan diri sebagai kawan dekat dan pendengar, memberikan bingkisan serta pengesahan berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Pelaku Lakukan Pendekatan Tertentu

Dugaan manipulasi psikologis ke anak alias child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta itu viral di media sosial. Pihak sekolah juga sudah buka bunyi mengenai perihal tersebut.

Dalam unggahan viral sejumlah akun anonim, mengungkap bahwa kepala sekolah disebut membikin pola pendekatan ke siswi nan kurang mendapat perhatian dari ayah alias fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

Kepsek Dinonaktifkan

Kepala sekolah tersebut sekarang telah dinonaktifkan dari jabatan. Pihak sekolah juga tengah melakukan investigasi.

"Yayasan berbareng manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan kedudukan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini nan berkepentingan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis IG @letrispamulangofficial seperti dilihat, Jumat (15/5/2026).

Yayasan kemudian membentuk tim untuk mendalami fakta. Pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan persoalan secara setara dan sesuai patokan hukum.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar, tetap kondusif dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," ucapnya.

(dek/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News