Xi Jinping Ketar-ketir, "Made in China" Bisa Segera Hilang dari Eropa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - China mulai terancam dengan rencana Uni Eropa (UE) untuk memperkuat industri blok tersebut. Kini blok nan terdiri dari 27 negara itu menyusun strategi untuk bersiang dengan barang-barang "made in China" dan menggantinya dengan "made in Europe".

Dalam pembaruan terbaru AFP, China berjanji bakal mengambil tindakan jawaban jika rencana tersebut diterapkan. Sebelumnya patokan "Made in Europe" nan sudah dirilis Maret mengharuskan perusahaan nan mencoba mengakses biaya publik di sektor-sektor strategis termasuk mobil, teknologi hijau, dan baja, untuk memenuhi periode pemisah minimum untuk suku cadang buatan UE.

Proposal tersebut sebenarnya sudah tertunda selama berbulan-bulan meski disetujui Maret. Ini merupakan bagian krusial dari upaya UE untuk mendapatkan kembali kelebihan kompetitifnya, mengurangi penurunan industrinya, dan mencegah ratusan ribu kehilangan pekerjaan.

Melalui Kementerian Perdagangan, China mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan komentar kepada Komisi Eropa Jumat, nan menyatakan "keprihatinan serius" Beijing. Tindakan UE disebutnya sebagai "diskriminasi sistemik".

"Jika Uni Eropa... tetap melanjutkan legislasi tersebut, dan dengan demikian merugikan kepentingan perusahaan-perusahaan China, China tidak bakal punya pilihan selain mengambil tindakan jawaban untuk secara tegas melindungi kewenangan dan kepentingan sah perusahaan-perusahaannya," kata Kementerian Perdagangan memperingatkan dalam sebuah pernyataan Senin (27/6/2026).

Sebenarnya bisnis-bisnis Eropa di banyak sektor nan menjadi perhatian proposal tersebut telah lama mengeluhkan bahwa mereka menghadapi persaingan tidak setara dari pesaing China nan mendapat subsidi besar-besaran. Aturan "yang resmi dikenal dengan Undang-Undang Akselerator Industri tersebut secara implisit menargetkan produsen baterai dan kendaraan listrik China dengan mewajibkan perusahaan asing untuk berkolaborasi dengan perusahaan Eropa dan mentransfer pengetahuan teknologi ketika mendirikan upaya di blok tersebut.

Kamar Dagang China untuk UE mengatakan bulan ini bahwa rencana tersebut menandai pergeseran menuju proteksionisme. Ini tambahnya bakal memengaruhi kerja sama perdagangan antara UE dan Tiongkok.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News