Xi Jinping Bakal Melawat ke Korea Utara, Tepis Isu Pyongyang Membelot ke Rusia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Xi Jinping Bakal Melawat ke Korea Utara, Tepis Isu Pyongyang Membelot ke Rusia Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Tiongkok Xi Jinping(AFP)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Korea Utara pada pekan depan. Langkah ini menjadi rangkaian terbaru dari diplomasi tingkat tinggi Beijing dalam menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama di panggung dunia.

Stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan bahwa Xi Jinping bakal melawat pada 8 hingga 9 Juni atas undangan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Ini merupakan kunjungan pertama Xi ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir, sekaligus menjadi perjalanan luar negeri pertamanya tahun ini.

Kunjungan ini dilakukan setelah Xi berturut-turut menggelar pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu.

"Tiongkok sedang berjumpa dengan para pemimpin dari seluruh dunia, mengoordinasikan posisi, dan memainkan peran mediasi," kata Lim Eul-chul, master Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan, kepada AFP.

"Seiring meningkatnya posisi internasional Tiongkok, Beijing tampaknya berupaya menarik Pyongyang secara lebih aktif ke dalam orbit diplomasinya sebagai mitra dalam memajukan tatanan multilateral."

Menjaga Pengaruh dari Orbit Rusia

Selama ini, Beijing menjadi sumber support politik dan ekonomi vital bagi Korea Utara nan terisolasi akibat hukuman internasional. Data National Committee on North Korea berbasis di Washington mencatat, Pyongyang berjuntai pada Tiongkok hingga 95% untuk total perdagangan dan 85 persen untuk ekspornya.

Namun, beberapa tahun terakhir Korea Utara kian dekat dengan Rusia, terutama sejak invasi penuh Moskow ke Ukraina. Pyongyang dilaporkan mengirim ribuan tentara dan senjata untuk mendukung Rusia, dan sebagai imbalannya, menerima support keuangan, teknologi militer, pangan, serta energi.

Keputusan Xi memilih Pyongyang sebagai destinasi luar negeri pertamanya dinilai mempunyai pesan politis nan kuat. Seong-Hyon Lee dari George H. W. Bush Foundation for US-China Relations menyebut kunjungan ini sebagai "sanggahan visual nan disengaja terhadap pandangan Barat bahwa Pyongyang telah diam-diam beranjak ke orbit Moskow."

Mengendalikan Ambisi Nuklir Kim Jong Un

Selain menegaskan pengaruh, Tiongkok berkepentingan mengawasi program nuklir Korea Utara nan berkembang sangat pesat. Hong Min dari Korea Institute for National Unification (KINU) menilai aspek ini kudu dikelola dengan baik oleh Beijing.

"Jika Korea Utara bertindak provokatif dan agresif, perihal itu dapat memicu bentrok regional, nan dapat bertentangan dengan kepentingan Tiongkok," ujar Hong Min kepada AFP.

Pada Rabu lalu, Kim Jong Un sendiri baru saja menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keahlian militer nuklir secara "eksponensial" saat mengunjungi akomodasi atom baru.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berambisi hubungan Tiongkok-Korea Utara ini dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional, di mana Beijing diharapkan memainkan peran nan konstruktif. Di sisi lain, Hong Min menilai kesempatan Xi Jinping untuk menjembatani pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong Un dalam waktu dekat tetap "sangat rendah". (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia