Wuling Motors buka bunyi mengenai munculnya nama “Aira EV” nan terdaftar di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Nama tersebut belakangan ramai diperbincangkan lantaran diduga menjadi calon model baru mobil listrik Wuling di Indonesia.
Senior Manager Brand Communication Wuling Motors, Brian Gomgom, menjelaskan bahwa pendaftaran nama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan. Langkah ini disebut sebagai upaya melindungi aset intelektual nan dimiliki oleh Wuling di pasar domestik.
“Jadi untuk nan Aira EV itu sebenarnya adalah strategi kami dan juga sebenarnya langkah efektif kami untuk mendaftarkan aset intelektual dari Wuling Motors Indonesia,” ujar Brian saat ditemui di Purwokerto, Rabu (3/6/2026) malam.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah nama tersebut bakal digunakan untuk produk tertentu. Informasi mengenai rencana penggunaan nama tersebut tetap belum bisa diungkap ke publik.
“Kami belum bisa memberikan info apa-apa mengenai nama tersebut bakal dipakai di produk apa kami belum bisa informasikan,” katanya.
Saat ini, Wuling menyebut perhatian utama perusahaan tetap tertuju pada dua model elektrifikasi nan sudah diperkenalkan lebih dulu. Kedua model tersebut menjadi prioritas dalam strategi pemasaran dan edukasi ke konsumen.
“Tetapi nan pasti kami saat ini memang sedang konsentrasi untuk memperkenalkan alias sosialisasikan dua produk nan menggunakan teknologi Wuling ialah Darion dan juga Eksion,” lanjut Brian.
Sebelumnya berasas info di laman resmi PDKI Kementerian Hukum dan HAM RI, nama Aira EV tercatat telah diajukan dan diterima pada 8 April 2026. Pendaftaran tersebut kemudian dipublikasikan pada 6 Mei 2026 dengan nomor permohonan DID2026030643 atas nama SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd.
Kemunculan nama tersebut juga beriringan dengan beredarnya foto sebuah mobil listrik mungil berbalut kamuflase. Kendaraan tersebut terlihat tengah melakukan pengisian daya di sebuah SPKLU nan diduga berada di letak rest area.
Dokumentasi itu diunggah oleh akun IG @rdvynz.scene dan telah mendapat izin untuk dipublikasikan. Meski tertutup kamuflase, sejumlah perincian eksterior tetap dapat diamati dari bagian depan hingga belakang.
Beberapa karakter nan terlihat antara lain kreasi lampu membulat di depan dan belakang. Selain itu, corak rumah spion disebut menyerupai milik Wuling BinguoEV, serta port pengisian daya berada di bagian depan dengan jenis CCS2 nan diduga sudah mendukung fast charging.
Jika ditarik lebih jauh, karakter kreasi tersebut mempunyai kemiripan dengan model nan telah lebih dulu dipasarkan di China. Salah satunya adalah Wuling Hongguang Mini EV jenis terbaru nan meluncur pada 2026.
Di pasar China, model tersebut dipasarkan dalam empat jenis dengan rentang nilai 44.800 hingga 54.800 yuan. Jika dikonversikan, banderolnya setara sekitar Rp 116,9 juta hingga Rp 143 jutaan sebelum subsidi pemerintah setempat.
Kemunculan beragam petunjuk tersebut memunculkan spekulasi mengenai arah pengembangan produk Wuling di Indonesia. Namun hingga saat ini, perusahaan tetap menahan info lebih lanjut dan memilih konsentrasi pada model nan sudah diperkenalkan ke publik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·