Wisatawan Capai 6,9 Juta, Bali Perlu Kajian Carrying Capacity

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mendorong adanya kajian menyeluruh mengenai carrying capacity alias daya dukung wilayah Provinsi Bali seiring meningkatnya kunjungan visitor mancanegara. Kajian tersebut dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan pariwisata tetap sejalan dengan kapabilitas lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat lokal.

Menurut Kesuma Kelakan, Badan Pengelola (BP) BUMN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) perlu melakukan kalkulasi daya dukung Bali sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata nan berbobot dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi VI DPR RI di Bali.

Kesuma Kelakan menyoroti pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82% serta jumlah kunjungan visitor mancanegara nan mencapai 6.948.754 kunjungan sepanjang 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2025, kunjungan pariwisata, kunjungan turis asing mancanegara ke Bali mencapai nomor kurang lebih 7 juta. Nah, itu mesti sudah saatnya kita mulai menghitung carrying capacity wilayah Bali terhadap support pariwisata nan berbobot dan berkelanjutan," ujar Kesuma Kelakan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Kesuma Kelakan, kalkulasi daya dukung tersebut perlu mencakup beragam aspek nan berangkaian langsung dengan keberlangsungan aktivitas pariwisata. Beberapa di antaranya meliputi kesiapan air bersih, pasokan energi, kapabilitas jalan raya, hingga keahlian bandar udara dalam melayani lampau lintas penerbangan.

Kesuma Kelakan menilai kajian tersebut diperlukan agar peningkatan jumlah visitor tidak justru menimbulkan tekanan berlebihan terhadap prasarana dan lingkungan Bali. Selain persoalan daya dukung, dia juga menyoroti persebaran visitor nan tetap terkonsentrasi di area Bali Selatan.

Menurut Kesuma Kelakan, kondisi tersebut perlu menjadi bagian dari kajian untuk mengetahui aspek nan membikin visitor lebih banyak memilih Bali Selatan dibandingkan wilayah Bali lainnya.

"Ini juga kudu dikaji apa sih sebenarnya penyebab visitor mancanegara itu lebih memilih di Bali Selatan daripada Bali Utara. Apakah lantaran infrastrukturnya, kesediaan fasilitas, alias apa?," kata Kesuma Kelakan.

"Ini kudu sudah mulai dikaji juga," pungkasnya.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News