Windows Search Baru Bukan AI Agent?, Begini Cara Kerjanya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas gimana Microsoft sedang mengubah Windows Search di Windows 11 agar bisa memahami perintah menggunakan bahasa natural dan langsung menjalankan tindakan tertentu.

Baca Juga : Windows Search Kini Bisa Bertindak Seperti AI Agent, Tinggal Ketik Perintah

Sekilas, fitur tersebut memang terlihat seperti AI agent. Namun menurut pengetesan nan dilakukan Neowin.net, rupanya ada kemungkinan kita terlalu sigap menyebutnya sebagai AI.

Windows Search Kini Bisa Menjalankan Perintah

Nah jadi seperti nan sudah kita telaah sebelumnya, pada jenis baru ini, Windows Search tidak hanya digunakan untuk mencari aplikasi, file, alias Settings, dimana ketika pengguna mengetik perintah seperti meminta Windows mengaktifkan Dark Mode, Search bisa langsung menampilkan action nan sesuai.

Pengguna cukup menekan Enter alias tombol action tersebut, lampau perubahan langsung diterapkan, dan menariknya, action tersebut apalagi muncul ketika pengguna tetap mengetik, dan setelah dijalankan, tersedia juga tombol Revert untuk membatalkan perubahan.

Ternyata Bisa Berjalan Offline

Nah, bagian ini nan cukup menarik nih, lantaran dalam pengujiannya, Neowin mencoba mematikan hubungan internet menggunakan Airplane mode, dan hasilnya, Windows Search tetap bisa memahami perintah dan menjalankan action seperti sebelumnya.

Based on my testing, Search also works completely offline and responds almost instantly as you type.

Dan kabarnya, penggunaan GPU juga tidak menunjukkan aktivitas nan berfaedah ketika fitur tersebut digunakan, nah memang sih, perihal ini belum membuktikan bahwa tidak ada model lokal nan bekerja di CPU, tetapi setidaknya tidak terlihat adanya ketergantungan terhadap cloud.

Kemungkinan Besar Bukan AI Agent

Nah dari pengetesan tersebut, penulis Neowin menduga Microsoft kemungkinan menggunakan semacam local intent-matching system, dimana sistem tersebut mungkin bekerja dengan mengenali beragam ragam kalimat dan mencocokkannya dengan action Windows nan memang sudah didukung.

Misalnya, kalimat “Make everything dark” dapat dikenali sebagai perintah untuk mengaktifkan Dark Mode, namun ketika mencoba kalimat “turn off the lights”, Search tidak langsung menganggapnya sebagai Dark Mode dan justru menawarkan action seperti Night light alias Dynamic lighting.

I also tried less obvious wording to see how rigid the system is. “Make everything dark” was understood as a request to switch to Dark Mode. But when I typed “turn off the lights,” Search didn’t automatically assume I meant Dark Mode. Instead, it offered actions related to Night light and Dynamic lighting.

Tetapi perlu digarisbawahi, Microsoft sendiri belum menjelaskan secara perincian teknologi nan digunakan di kembali fitur ini, jadi bagian mengenai local intent matching tetap berupa dugaan berasas pengujian.

Bukan Copilot nan Disembunyikan

Nah perihal menarik lain juga terungkap, dimana pengetesan tersebut menunjukkan bahwa Windows Search bukan chatbot tersembunyi, dan ketika diberikan pertanyaan random seperti “what’s for dinner”, Search tidak memberikan jawaban apa pun.

Artinya, keahlian baru ini lebih difokuskan untuk mengenali perintah nan berangkaian dengan Windows, kemudian mencocokkannya dengan action nan tersedia.

Lalu Kenapa Terlihat Seperti AI?

Nah, menurut saya justru di sinilah menariknya guys, Microsoft sebelumnya sudah mempunyai Settings AI Agent pada Copilot+ PC nan memungkinkan pengguna menjelaskan perubahan nan mau dilakukan menggunakan bahasa natural.

Dan Windows Search baru ini mempunyai pengalaman nan sangat mirip, hanya saja bedanya Microsoft secara definitif menyebut Settings sebagai AI agent, sementara mereka belum menyebut Windows Search dengan istilah nan sama.

Bahkan Search baru ini bisa bekerja offline dan memberikan respons nyaris secara instan. Jadi jika dilihat dari pengalaman pengguna, hasilnya memang terasa seperti AI agent, tetapi teknologi di belakangnya belum tentu AI agent seperti nan kita bayangkan.

Selain itu, menurut saya sih pendekatan seperti ini sebenarnya cukup menarik, lantaran Microsoft tidak kudu memasukkan chatbot alias model AI besar ke setiap bagian Windows hanya untuk membikin sistem terasa lebih pintar.

Jika kebutuhan pengguna hanya seperti “aktifkan Dark Mode”, “matikan Bluetooth”, alias “atur brightness”, sistem lokal nan ringan sebenarnya sudah cukup, selain lebih pendekatan seperti ini juga berpotensi lebih privacy-friendly lantaran perintah tidak perlu dikirim ke cloud.

Mirip Cortana Dimasa Lalu

Nah jika Anda pernah pakai Cortana, mungkin kurang lebih ini mirip banget, lantaran dulu Cortana juga bisa melakukan perihal nan sama, apalagi tanpa support AI.

Baca Juga : Daftar Perintah Cortana nan Perlu Kamu Ketahui

Namun tentu, pengetesan nan dilakukan Neowin tersebut tetap berupa pengetesan awal, apalagi saat ini fitur tersebut tetap betul benar tahap awal di Windows Insider Experimental Channel, termasuk Build 26340.9616 dan Experimental 26H1 Build 28120.3181.

Jadi gimana menurutmu guys? coba komen dibawah, apakah ini AI Agent, alias hanya fitur Cortana nan dikembalikan?

Via : Neowin


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑