Willy Bantah Isu NasDem-Gerindra Merger: Surya Paloh Tawarkan Political Block

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya membantah rumor NasDem dan Gerindra merger. Willy menekankan nan dimaksud Ketua Umum NasDem Surya Paloh adalah political block.

"Gini teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya berbual itu kudu teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang nan concern terhadap apa ya situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik itu political block. Ini orang nan membahas ini miskin, saya katakan miskin literatur politik. Maka dia pakai istilah merger," kata Willy kepada wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Willy menegaskan 'merger' merupakan istilah perusahaan dan tidak tepat untuk menggambarkan nan diinginkan Surya Paloh. Ia menyayangkan ada pihak-pihak nan memakai narasi 'merger'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gunakanlah istilah referensi nan tepat untuk sesuatu perihal nan tepat. Jangan kemudian gebyah-uyah. Kalau lu nggak ngerti alias lu mau mendiskreditkan, itu lain cerita. Saya mau tanya orang nan men-discourse-kan ini sedang mendiskreditkan NasDem dan Gerindra alias dia tidak mengerti tentang literatur politik, nan dia tahu hanya bacot saja," ucapnya.

Dia membahas pada masa lampau memang pernah terjadi fusi kepartaian, ialah partai-partai Islam menjadi PPP, sedangkan partai-partai nasionalis menjadi PDIP. Kemudian, Willy menilai miskin pengetahuan ketika orang menangkap maksud Surya Paloh adalah menggabungkan NasDem dan Gerindra. Padahal, kata dia, Surya Paloh hanya mengusulkan political block.

"Miskin sekali. Saya sebenarnya menyayangkan orang-orang nan tidak baca ini, bacotnya ke mana-mana, bacanya nggak. Dia harusnya menangkap Pak Surya tuh orang nan berpikir out of the box. Kan kita selama ini berpikir hanya sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam proses government kita tidak mengenal koalisi, kita kan presidensial. Pemerintahan koalisi itu dikenal di dalam parlementer," ujar Willy.

"Apa nan ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political block, blok politik, bukan merger. Apa itu political block? Ini adalah sebuah political engineering, gimana perjuangan-perjuangan kebijakan itu menjadi suatu tarikan napas, tidak transaksional. Kan selama ini kan transaksional banget ya," lanjutnya.

Willy kemudian menjelaskan lebih lanjut maksud Surya Paloh dengan political block. Menurutnya, saat ini kerja sama politik antarpartai condong minimalis.

"Pak Surya penuh dengan sebuah pertimbangan nan reflektif, kenapa? Ya kecenderungan partai politik kita di dalam proses kerja sama politik itu minimalis. nan ada ya teman-teman bisa lihat lah, nggak setuju gabung ke sini, nggak setuju ke sini. Sehingga narasi nan dominan di kita itu satu jika nggak kutu loncat, nan kedua buat partai baru, iya kan? Benar nggak? Itu narasi nan dominan di kita. Tapi kita tidak pernah punya narasi, gimana kita bisa melakukan proses political engineering secara kolektif bersama-sama dan independensi itu tetap ada, nan mempersatukan kita adalah objektif," katanya.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo

Kemudian, Willy juga menjelaskan mengenai pertemuan Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pertemuan itu wajar saja terjadi antara keduanya nan merupakan sahabat.

"Wajar aja. Dua sahabat bertemu. Teman-teman bisa bayangkan ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia, kami obrolan enam jam tentang banyak hal. Di mana ada perihal nan lebih berkawan nan lebih intimate untuk bisa berdialektika seperti itu. Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berbincang secara equal tentang banyak hal. Saya dan kawan-kawan waktu itu nan di second layer-nya bisa menerjemahkan dalam kerangka politik kerja sama nan seperti apa. Itu justru lebih produktif," ujar Willy.

Dia menyebut narasi nan berkembang atas pertemuan itu terlalu negatif.

"Ini narasinya terlalu negative tone, khayalan berepubliknya nggak ada, imajinasinya konflik, rusuh. Harusnya kita mengedepankan, memajukan khayalan berepublik. Apa khayalan berepublik itu? Political block, dan itu belum pernah di-exercise. Pak Surya ini, teman-teman bisa mengonfirmasi dulu, ketika sama Pak TK (Taufiq Kiemas) bikin silaturahmi kebangsaan PDIP dan Golkar waktu itu itu keliling Indonesia ke mana-mana. Apakah eksistensi Golkar terganggu, apakah eksistensi PDIP terganggu? Kagak," imbuhnya.

(maa/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News