WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus, Katakan Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi munculnya lebih banyak kasus hantavirus. Ini setelah pandemi virus mematikan itu menewaskan tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius.

Meski begitu, WHO menilai pandemi tetap dapat dikendalikan jika langkah kesehatan masyarakat diterapkan secara ketat. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hingga sekarang terdapat lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek mengenai pandemi di kapal tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.

"Dengan mempertimbangkan masa inkubasi virus Andes nan bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus bakal dilaporkan," kata Tedros kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Jumat (8/5/2026).

Virus Andes merupakan jenis hantavirus langka nan berbeda dari sebagian besar hantavirus lain. Salah satunya adalah kemampuannya untuk menular antar manusia.

Kekhawatiran dunia meningkat setelah pandemi muncul di atas kapal pesiar MV Hondius nan berlayar melintasi Samudra Atlantik. Meski demikian, para pejabat kesehatan menegaskan tingkat penularannya tetap jauh lebih rendah dibandingkan Covid-19.

"Kami percaya ini bakal menjadi pandemi terbatas jika langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di semua negara," kata Direktur kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, menilai pandemi kemungkinan tetap terbatas.

Saat ini, sejumlah pasien nan diduga alias dipastikan terinfeksi sedang menjalani perawatan dan isolasi di Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan. Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka nan umumnya ditularkan dari hewan pengerat terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, gangguan jantung, hingga demam berdarah. Hingga sekarang belum tersedia vaksin maupun obat unik untuk penyakit tersebut.

WHO menduga seorang penumpang terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina, lampau menularkan virus kepada penumpang lain selama pelayaran. Kapal tersebut membawa total 149 orang, termasuk 88 penumpang, dan dijadwalkan tiba di Tenerife pada Minggu untuk proses evakuasi.

Kasus pertama mengenai pandemi ini menimpa seorang laki-laki asal Belanda nan meninggal di atas kapal pada 11 April setelah naik dari Ushuaia berbareng istrinya. Sang istri kemudian meninggal di Afrika Selatan sekitar 15 hari kemudian setelah ikut jatuh sakit. Hasil pemeriksaan pada 4 Mei memastikan penyebab kematiannya adalah hantavirus.

WHO menyebut masa inkubasi hantavirus dapat mencapai enam minggu, sehingga pencarian kontak sekarang dilakukan lintas negara, termasuk terhadap penumpang pesawat komersial nan sempat ditumpangi korban. Seorang penumpang asal Jerman juga meninggal bumi pada 2 Mei. Hingga sekarang jenazahnya tetap berada di atas kapal MV Hondius.

(tfa/șef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News