Waspadai Vishing dan Phishing, BNI Ingatkan Nasabah untuk Jaga Data Pribadi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi pengguna dalam mengakses BNIdirect. Foto: Dok. BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai maraknya kejahatan siber, khususnya vishing, phishing, dan social engineering nan menyasar pengguna jasa digital seperti BNIdirect. Nasabah diminta lebih waspada dan tidak mudah membagikan info sensitif kepada pihak nan tidak dapat diverifikasi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bakal perkembangan teknologi turut diikuti dengan semakin beragamnya modus penipuan.

"Masyarakat perlu memahami beragam modus penipuan tersebut agar dapat lebih waspada dan tidak mudah memberikan info pribadi kepada pihak nan tidak bertanggung jawab," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, salah satu modus nan kerap terjadi adalah vishing alias voice phishing, ialah penipuan melalui telepon di mana pelaku mengaku sebagai petugas bank.

Dalam praktiknya, pelaku biasanya menyebut identitas korban dan menciptakan situasi mendesak, seperti dugaan transaksi mencurigakan, untuk meminta info krusial seperti ID perusahaan, ID pengguna, kata sandi, hingga kode token. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa izin.

Selain itu, terdapat pula modus phishing nan dilakukan melalui situs tiruan nan menyerupai portal resmi perbankan. Korban diarahkan untuk memasukkan info sensitif nan kemudian disalahgunakan oleh pelaku. Modus lain nan juga perlu diwaspadai adalah social engineering, ialah teknik manipulasi psikologis di mana pelaku menyamar sebagai petugas bank untuk memperoleh info rahasia seperti kode OTP, token, alias kata sandi.

BNI menekankan pentingnya kewaspadaan dan verifikasi dalam setiap hubungan nan berangkaian dengan jasa digital. Nasabah diimbau untuk hanya mengakses jasa melalui situs resmi seperti bnidirect.bni.co.id alias directbisnis.bni.co.id, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan nan dikirim melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

Selain itu, pengguna juga diminta untuk tidak menyimpan kata sandi di perangkat, rutin mengganti password, serta tidak pernah membagikan kode OTP alias token kepada siapa pun, termasuk pihak nan mengatasnamakan bank. Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyalahgunaan akses akun.

BNI juga mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan info melalui kanal resmi perseroan, termasuk website resmi di http://www.bni.co.id, guna memastikan keabsahan setiap info nan diterima dan menghindari potensi penipuan.

Melalui peningkatan literasi keamanan digital ini, BNI berambisi masyarakat semakin memahami pola kejahatan siber dan bisa melindungi diri dari potensi kerugian finansial. Edukasi berkepanjangan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keamanan transaksi digital sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna terhadap jasa perbankan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan