Waspada! Obesitas Tingkatkan Risiko 13 Jenis Kanker

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Waspada! Obesitas Tingkatkan Risiko 13 Jenis Kanker Ilustrasi obesitas(Magnific)

MASALAH berat badan berlebih makin serius di Indonesia, dengan 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas dengan nomor nan semakin meningkat tiap tahunnya. 

Banyak nan menganggap perihal tersebut hanya masalah penampilan, diabetes, alias risiko jantung. Padahal, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menetapkan obesitas sebagai karsinogen kelas 1, setingkat ancaman rokok dan asbes.

Data CDC dan National Cancer Institute menunjukkan obesitas memicu 4–8% kasus kanker baru dunia. Lemak berlebih dapat nan mempercepat kemunculan sel kanker hingga 10–15 tahun, membuatnya lebih agresif, dan memotong efektivitas kemoterapi sampai 40%.

5 Mekanisme Penyubur Sel Kanker

Kaitan obesitas dan kanker terletak pada aktivitas metabolik sel lemak (adiposa) nan aktif memproduksi hormon pemicu ketidakseimbangan biologis melalui lima mekanisme:

1. Lemak berlebih melepas sitokin pro-inflamasi (IL-6 dan TNF-α) nan merusak DNA sel sehat, menciptakan lingkungan ideal bagi tumor.
2. Obesitas memicu resistensi insulin. Lonjakan kadar insulin merangsang hormon IGF-1 nan mempercepat pembelahan sel kanker. 
3. Sel lemak memproduksi estrogen. Kadar berlebih memicu proliferasi sel pada organ reproduksi, meningkatkan akibat kanker payudara, tembok rahim, dan ovarium. 
4. Saat obesitas, hormon leptin naik dan adiponektin turun. Kondisi ini memicu angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) nan memberi nutrisi pada tumor.
5. Lemak perut meningkatkan tekanan lambung, memicu GERD kronis. Paparan masam berulang mengubah sel kerongkongan menjadi pra-kanker (esophagus Barrett). 

Kombinasi sistem ini menempatkan obesitas sebagai aspek akibat utama bagi 13 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, lambung, ginjal, dan prostat.

Cara Mengetahui Apakah Anda Obesitas

Untuk mendeteksi apakah berat badan Anda sudah masuk dalam kategori berisiko, metode nan paling umum digunakan adalah Body Mass Index (BMI).

Pada orang dewasa, mereka bisa dikatakan mempunyai berat badan berlebih andaikan skor BMI-nya mencapai 25,0-29,9. Sedangkan, seseorang nan mengalami obesitas skor BMI-nya bisa mencapai 30 alias lebih.

Indeks Massa Tubuh (BMI) dihitung dengan langkah membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter (BMI = Kg/M^2).

Untuk langkah nan lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan beragam jasa kalkulator BMI cuma-cuma nan tersedia di internet.

Cara Aman Turunkan Berat Badan

Riset Journal of the National Cancer Institute membuktikan pangkas berat badan menurunkan akibat kanker payudara, usus besar, dan ginjal. Menurunkan 5–10% berat badan apalagi bisa memotong akibat kanker hingga 30–50% lantaran menekan kadar insulin dan peradangan.

Untuk mencapai berat badan ideal secara kondusif tanpa membahayakan kesehatan, berikut langkah nyata nan bisa diterapkan:

- Atur Pola Makan: Batasi lemak jenuh dan gula tinggi. Cukup kurangi asupan maksimal 500 kkal per hari agar tubuh tidak lemas alias pusing.
- Perbanyak Serat: Tingkatkan konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian utuh guna menjaga rasa kenyang lebih lama.
- Hindari Alkohol: Batasi alias hentikan konsumsi alkohol lantaran mengandung kalori kosong nan merusak metabolisme.
- Aktif Bergerak: Targetkan aktivitas bentuk sedang minimal 150 menit per minggu. Mulailah dari perihal mini seperti naik tangga alias melangkah kaki.
- Target Realistis: Hindari diet ekstrem dan obat pelangsing tanpa pengawasan medis. Penurunan kondusif berkisar 0,5 kg per minggu alias 2 kg per bulan. (Primaya Hospital, Murni Teguh Hospitals, Hello Sehat/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia