Ilustrasi nyeri pinggang(Magnific)
NYERI pinggang alias lower back pain kian marak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup dan kebiasaan kerja nan mengabaikan prinsip ergonomis. Dokter ahli orthopaedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, memperingatkan bahwa akumulasi posisi tubuh nan salah dapat memicu gangguan serius pada tulang belakang.
Mengapa Usia Muda Rentan Terkena Nyeri Pinggang?
Berbeda dengan lansia nan umumnya mengalami nyeri pinggang lantaran aspek degeneratif alias penuaan alami, pada usia muda pemicu utamanya adalah style hidup. Menurut dr. Alfariq, gangguan ergonomis dalam pekerjaan maupun aktivitas bentuk sehari-hari menjadi aspek dominan.
"Ini juga termasuk pada aktivitas bentuk di rumah, sehingga kita tidak hanya memandang alias mengevaluasi itu hanya pada instansi saja. Itu berakumulasi sehingga menimbulkan gangguan pada pinggang ataupun punggungnya," ujar dr. Alfariq dalam keterangannya di Jakarta (18/6/2026).
Risiko Jangka Panjang: Penuaan Dini Struktur Tulang
Mempertahankan posisi tubuh nan tidak ergonomis dalam waktu lama memberikan tekanan berlebih pada otot dan struktur tulang belakang. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri sesaat, tetapi juga berisiko memicu proses penuaan struktur tulang belakang nan lebih sigap dari seharusnya.
Panduan Posisi Duduk Ergonomis saat Bekerja
Untuk meminimalisir akibat cedera dan nyeri, dr. Alfariq memberikan beberapa pedoman praktis mengenai posisi kerja nan sehat:
- Sejajar Pandangan Mata: Pastikan perangkat kerja seperti layar komputer berada sejajar dengan pandangan mata. Hal ini krusial untuk mengurangi beban pada leher dan punggung atas.
- Duduk Nyaman: Gunakan bangku nan menopang lekukan alami tulang belakang dan pastikan posisi duduk terasa stabil.
- Aturan 2 Jam: Jangan duduk terpaku dalam posisi nan sama selama berjam-jam. Lakukan relaksasi dan peregangan selama 5 hingga 10 menit setiap setelah 2 jam duduk.
Tips Tambahan Pencegahan Nyeri Pinggang:
- Lakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat otot inti (core muscles).
- Atur posisi tubuh dengan baik dalam setiap aktivitas, termasuk saat mengangkat beban alias bersantai di rumah.
- Cukupi asupan nutrisi tulang, terutama kalsium, protein, dan vitamin D.
Kapan Harus Waspada?
Nyeri nan muncul akibat otot nan tertekan terlalu lama kudu segera direspons dengan perubahan kebiasaan. Melakukan peregangan rutin adalah kunci untuk melepaskan ketegangan otot sebelum berkembang menjadi masalah kronis nan mengganggu produktivitas di masa muda. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·