Waspada Nyeri Dada pada Anak, Bisa Jadi Gejala GERD

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Waspada Nyeri Dada pada Anak, Bisa Jadi Gejala GERD Ilustrasi(magnific)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orangtua untuk lebih waspada terhadap keluhan nyeri dada pada anak. Gejala tersebut bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa, melainkan salah satu tanda tipikal anak mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI, Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G.H (K), menjelaskan bahwa pada anak nan usianya lebih besar, nyeri dada alias chest pain menjadi parameter utama penyakit ini.

"Gejala typical symptom-nya GERD pada anak itu adalah jika ada nyeri dada," ujar Sri dalam sebuah obrolan daring di Jakarta, Selasa (23/6).

Karakteristik Nyeri Dada Akibat GERD

Menurut master lulusan Universitas Indonesia tersebut, nyeri dada akibat GERD mempunyai sifat nan khas. Rasa sakit biasanya dirasakan tepat di bawah tulang dada dan sering kali disertai sensasi seperti terbakar (heartburn) di area dekat ulu hati.

Kondisi ini umumnya bakal memburuk dalam dua situasi spesifik: setelah anak makan alias saat anak dalam posisi berbaring. Hal ini terjadi lantaran masam lambung naik kembali ke kerongkongan, memicu iritasi nan menimbulkan rasa nyeri.

Faktor Risiko dan Kebiasaan Buruk

Sri mengungkapkan bahwa pada golongan anak-anak dan remaja, GERD sangat erat kaitannya dengan pola hidup dan kebiasaan makan nan kurang sehat. Mengonsumsi makanan berlebihan alias langsung tidur setelah makan menjadi pemicu utama.

Rekomendasi Ahli: Anak disarankan untuk berakhir makan setidaknya tiga jam sebelum waktu tidur. Hal ini bermaksud agar saluran pencernaan mempunyai waktu nan cukup untuk stabil dan bekerja lebih ringan saat tubuh beristirahat.

Selain aspek kebiasaan, terdapat golongan anak dengan kondisi medis tertentu nan mempunyai akibat lebih tinggi mengalami gangguan ini. Berikut adalah info populasi berisiko tinggi dan aspek pemicu GERD pada anak:

Kategori Detail Kondisi / Faktor
Kebiasaan Makan Makan berlebihan, makan menjelang tidur, konsumsi soda, makanan pedas, dan makanan berlemak.
Gangguan Medis Gangguan neurologis, atresia esofagus, hernia diafragmatika, dan obesitas.
Penyakit Kronis Penyakit paru kronis, laringomalacia, dan trakeomalacia.

Langkah Penanganan dan Tata Laksana

Tenaga medis biasanya bakal melakukan serangkaian tindakan untuk menangani GERD pada anak, dimulai dari anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, hingga identifikasi tanda ancaman untuk menyingkirkan kemungkinan pemeriksaan penyakit lain.

Langkah awal penanganan meliputi modifikasi style hidup, pengaturan diet, serta pemberian terapi obat penekan masam lambung. Namun, jika indikasi tidak kunjung membaik, IDAI merekomendasikan agar anak segera dirujuk ke master ahli anak konsultan pencernaan.

Pada tahap lanjut, master mungkin bakal melakukan prosedur endoskopi dan esofageal pH-monitoring. Penanganan medis nan lebih intensif dapat mencakup pemberian medikamentosa, transpyloric feeding, hingga tindakan bedah jika diperlukan (anti-reflux surgery). (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia