Waspada Grup Chat Diduga Bermuatan Pedofil-LGBT: Add Siswa SD-SMP Random

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Whatsapp. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sejumlah orang tua siswa di Jakarta dibuat waspada setelah mengetahui adanya grup WA berjulukan “Add People As Much As You Can” nan mengundang siswa secara acak. Grup tersebut disebut telah beranggotakan lebih dari 1.000 orang dan mulai tersebar ke sejumlah sekolah.

Salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin, mengatakan anak-anak dari jenjang SD hingga SMP terlihat berada di dalam grup tersebut. Ia mengetahui keberadaan grup itu setelah anak salah satu rekannya nan masuk ke dalam grup.

“Jadi lagi ngumpul turnamen bola terus kawan saya ya salah satu bapak itu ngomong, “eh lu udah tahu belum ada grup ini?”. Gitu, terus grupnya apaan tuh? “Add People As Much As You Can” gitu. Dia sesuai dengan nama grupnya, anaknya dia lantaran udah dikasih handphone di-add lah sama orang nan sesama Al Jabr juga. Sesama siswa juga di-add nih. Akhirnya dia masuk dong,” kata Yuda saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (1/9).

“Nah, akhirnya bapaknya nyuruh anaknya keluar lantaran mulai aneh-aneh ya maksud saya dengan kita LGBT itu udah asing lah ya menurut kita ya,” tambahnya

Yuda menyebut dalam grup itu terdapat voting di grup nan membahas orientasi seksual.

“Mereka tuh dengan sangat liberal santainya tuh kayak "yuk siapa nan lesbian" divoting gitu "siapa nan gay, siapa nan normal" gitu-gitu,” ujarnya.

“Are you gay, lesbian, straight, or others?” demikian pertanyaan dalam voting nan dilihat Yuda di grup tersebut.

Ia menilai pembahasan semacam itu dikhawatirkan dapat memengaruhi anak-anak nan tetap berada di usia sekolah dasar dan menengah.

Khawatir Indikasi Pedofilia

Ilustrasi pedofil. Foto: Shutter Stock

Yuda mengatakan, persoalan nan membikin orang tua cemas bukan hanya mengenai pembahasan LGBT, tetapi juga soal siapa saja nan berada di kembali akun-akun tersebut. Sebab, dari pengamatannya, terdapat anak SD dan SMP di dalam grup.

“Ya namanya juga WA ya, lo boleh bilang lo umur 10 tahun, lo boleh bilang umur 13 tahun padahal lo umur 25, nggak ada nan tahu kan. Nah, nan kita takut itu ini malah ada grup nan menyangkut pada pedofilia,” ujarnya.

Yuda juga menyebut anak-anak dari sekolah lain diduga ikut di-invite ke grup tersebut.

“Karena itu 1.000 kita nggak bisa pantau semua ya lantaran 1.000 orang ya hanya nan kita lihat itu anak SD ada, anak SMP ada gitu,” ujarnya.

“Ini udah mulai kesebar ke banyak sekolah,” tambahn Yuda.

Yuda menyebut pihak sekolah juga telah mengetahui persoalan tersebut. Orang tua siswa disebut telah menyampaikan info agar dilakukan pengecekan terhadap anak-anak nan kemungkinan masuk ke grup.

Orang Tua Siswa Lapor ke Polda Metro Jaya

Ilustrasi LGBT. Foto: ie27/Shutterstock

Selain itu, Yuda mengatakan, ada info dari orang tua siswa bahwa persoalan tersebut telah dilaporkan ke Unit Siber Polda Metro Jaya sejak Sabtu (29/8).

“Update info sejak Sabtu 29 Agustus rumor ini sudah dilaporkan ke polisi dan saat ini laporannya sudah dijalankan oleh Unit Siber Polda Metro Jaya,” demikian info nan diterima Yuda dari salah satu orang tua siswa,” kata dia.

Yuda menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah grup tersebut sekadar ruang percakapan, aktivitas phishing/scam, alias mempunyai tujuan lain nan dapat membahayakan anak.

“Yang random diinvite. nan kita tetap nggak tahu sekarang ini modusnya apa tujuannya apa endingnya tuh apa gitu,” tutupnya.

Polda Metro Jaya Selidiki

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Polda Metro Jaya saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mengenai info tersebut.

"Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan mengenai info tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi kumparan.

Untuk mengantisipasi terjadinya perihal nan lebih jauh, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan pihak sekolah dan memberikan edukasi tentang ancaman penyebaran konten berbau pornografi.

"Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga bakal berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai ancaman penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara kondusif serta bertanggung jawab," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan