PATRIN Bantah Isu Penggalangan Dana Atlet Tunarungu untuk Kejuaraan Dunia

Sedang Trending 22 jam yang lalu

PATRIN Bantah Isu Penggalangan Dana Atlet Tunarungu untuk Kejuaraan Dunia

Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia. (Foto: Instagram/patrin_iada)

JAKARTA – Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan penjelasan tegas mengenai info nan beredar tentang atlet tunarungu Indonesia nan dikabarkan kudu melakukan penggalangan biaya secara berdikari demi mengikuti kejuaraan internasional. Organisasi tersebut menekankan posisinya sebagai wadah resmi nan mempunyai legitimasi penuh dalam menaungi pembinaan olahraga tunarungu di kancah global.

Klarifikasi tersebut disampaikan jejeran Dewan Pimpinan Pusat PATRIN. Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim berbareng Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro memberikan penjelasan mengenai posisi organisasi tersebut.

Agung mengatakan PATRIN dikenal di tingkat internasional dengan nama Indonesian Association of the Deaf Athlete (IADA). Menurutnya, PATRIN/IADA merupakan satu-satunya organisasi dari Indonesia nan mendapat pengakuan dari International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).

“Kami tegaskan, PATRIN alias IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya nan diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami mempunyai legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke arena resmi internasional,” tegas Agung, dikutip Selasa (1/9/2026).

PATRIN menyatakan proses pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia dalam arena internasional selama ini dilakukan melalui sistem resmi. Koordinasi tersebut dijalankan berbareng National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

 Instagram/patrin_iada) Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia. (Foto: Instagram/patrin_iada)

Agung memastikan hubungan antara PATRIN/IADA dan NPC Indonesia selama ini melangkah dengan baik. Ia mengatakan setiap pengiriman kontingen resmi nan membawa nama Indonesia dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Berkaitan dengan rumor pengiriman atlet tunarungu nan kudu menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya nan diakui ICSD, baik saya berbareng Ketua PATRIN Pusat Bapak Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com