Waspada Gangguan Ginjal pada Anak, Kenali 8 Gejala Awal Menurut Dokter

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Waspada Gangguan Ginjal pada Anak, Kenali 8 Gejala Awal Menurut Dokter Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, Henny Adriani Puspitasari.(Dok. Antara)

ORANGTUA diminta untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan buah hati mereka, terutama mengenai fungsi ginjal. Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, Henny Adriani Puspitasari,mengungkapkan setidaknya ada delapan indikasi nan dapat mengindikasikan adanya gangguan ginjal pada anak.

Menurut dr. Henny, penemuan awal sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. "Penyakit ginjal pada anak dapat dikenali lebih awal jika orang tua memperhatikan tanda-tanda nan muncul dan tidak mengabaikannya," ujarnya dalam sebuah obrolan kesehatan di Jakarta, Jumat (19/6).

8 Gejala Gangguan Ginjal pada Anak:

  1. Pertumbuhan Terhambat: Menjadi salah satu pencetus utama nan kudu dicurigai orang tua.
  2. Demam Tinggi Berulang: Anak sering mengalami demam tanpa penyebab nan jelas secara terus-menerus.
  3. Pancaran Urine Lemah: Pola buang air mini nan hanya menetes alias tidak memancar kuat.
  4. Pembengkakan (Edema): Terutama muncul di area sekitar mata akibat penumpukan cairan dalam tubuh.
  5. Hematuria: Adanya darah dalam urine alias perubahan warna urine menjadi kemerahan.
  6. Urine Berbusa: Indikasi adanya kebocoran protein (proteinuria) dari ginjal.
  7. Anemia Berkepanjangan: Kadar hemoglobin nan tidak kunjung naik meski sudah diberikan asupan unsur besi.
  8. Hipertensi: Tekanan hipertensi nan rupanya juga bisa dialami oleh anak-anak.

Terkait indikasi anemia, dr. Henny menjelaskan bahwa ginjal mempunyai peran vital dalam memproduksi hormon eritropoietin. Hormon ini berfaedah merangsang pembentukan sel darah merah. Ketika kegunaan ginjal terganggu, produksi hormon tersebut menurun, sehingga memicu anemia nan susah membaik dengan pengobatan biasa.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia nan tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini mengimbau para orang tua untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika menemukan satu alias lebih indikasi di atas pada anak mereka.

Langkah proaktif dari orang tua dalam memantau pola buang air mini dan kondisi bentuk anak menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan ginjal nan lebih berat di masa depan. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia