Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah: 8 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Rob

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 8 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Rob Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi cuaca ekstrem nan menakut-nakuti sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Meski sebagian besar wilayah tengah memasuki musim kemarau, hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi melanda delapan wilayah hingga Rabu (24/6) awal hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem dalam lama singkat ini patut diwaspadai lantaran berisiko memicu musibah hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Daftar 8 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem:

  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Jepara
  • Batang
  • Kajen
  • Pemalang
  • Pekalongan

Selain delapan wilayah tersebut, sejumlah wilayah lain seperti Banyumas, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Ungaran, Kendal, Slawi, Brebes, Semarang, Tegal, dan Bumiayu juga berkesempatan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Ancaman Banjir Rob dan Gelombang Tinggi

Kondisi di wilayah pesisir utara (Pantura) Jawa Tengah juga dilaporkan tetap kritis. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyebut bahwa banjir akibat air laut pasang (rob) tetap merendam beberapa titik dan diprediksi bakal kembali mencapai puncaknya pada Rabu (24/6) pukul 13.00-17.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter.

Warga di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang diminta tetap siaga. Selain rob, gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah nan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran.

Parameter Cuaca Detail Informasi
Suhu Udara 14 – 30 Derajat Celcius
Kelembaban Udara 75% – 95%
Kecepatan Angin 3 – 20 km/jam (Timur Laut ke Barat Daya)
Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 Meter

BMKG mengimbau para nelayan dan operator kapal tongkang maupun pikulan penumpang untuk waspada, terutama jika kecepatan angin melampaui 15 knot. Masyarakat nan tinggal di lereng perbukitan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat perubahan cuaca nan mendadak ini. (AS/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia