Jakarta -
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menggelar rapat berbareng jejeran Direksi seluruh BUMN Karya. Rapat tersebut membahas langkah strategis dalam mempercepat transformasi dan penyehatan keahlian perusahaan.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Danantara dalam memperkuat langkah restrukturisasi BUMN Karya. Tujuannya untuk membangun sektor bangunan nasional nan lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
"Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan mempunyai daya saing nan kuat," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada agenda tersebut, ditegaskan pula pentingnya perbaikan laporan finansial nan lebih realistis dan kredibel, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan prinsip transparansi sebagai fondasi utama tata kelola perusahaan nan baik. BP BUMN berbareng Danantara pun terus mendorong penguatan tata kelola dan perbaikan keahlian finansial BUMN Karya sebagai bagian dari langkah restrukturisasi nan berkelanjutan.
Melalui langkah restrukturisasi nan semakin terarah dan terukur, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi pilar krusial dalam pembangunan prasarana nasional nan berkepanjangan dan berkekuatan saing tinggi.
Adapun BP BUMN berbareng Danantara bakal terus mengawal proses transformasi ini secara berkepanjangan agar BUMN Karya bisa berkedudukan strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
Sejalan dengan pengarahan ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut mempercepat transformasi dan menjalankan restrukturisasi. Langkah itu menjadi salah satu upaya Perseroan dalam menyehatkan kinerja.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keahlian perusahaan, tetapi juga memberikan akibat nyata terhadap perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, Waskita telah melakukan restrukturisasi melalui Master Restructuring Agreement (MRA) dan perubahan atas akomodasi Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP), nan telah bertindak efektif pada Oktober 2024 dengan total nilai outstanding sebesar Rp 31,65 triliun.
Restrukturisasi juga dilakukan Perseroan pada 3 dari 4 seri obligasi Non-Penjaminan senilai Rp3,35 triliun nan telah mendapatkan persetujuan serta bertindak efektif sejak Maret 2024.
(akd/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·