Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk dipercaya mengerjakan lima Sekolah Rakyat di provinsi tersebut, dari mulai Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya. Realisasi pembangunan proyek telah menembus 45,5 persen dengan sasaran pertengahan tahun ini sudah rampung dan bisa segera digunakan.
Sesuai pengarahan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II kudu sudah siap digunakan saat tahun aliran baru pada Juli mendatang.
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Muhammad Hanugroho memastikan pengerjaan SR oleh Perseroan terus dikejar. Baginya gedung ini bukan proyek biasa, tapi penentu masa depan bangsa.
"Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan nan layak dan berkualitas. Pengerjaan ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan proyek, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam mendukung proses belajar mengajar nan merupakan penentu masa depan bangsa," ujar Hanugroho dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Hal ini dia katakan saat meninjau langsung ke sejumlah letak proyek Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu dia didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Sementara itu, Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita menambahkan, tim di lapangan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SR secepat mungkin dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan kerja. Mereka bekerja siang dan malam bergantian tanpa kenal lelah.
"Dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka menyukseskan Program Prioritas Pemerintah ini merupakan tujuan utama," katanya.
Dirinya menyebutkan, SR di Jawa Timur dikerjakan oleh nyaris 4.000 orang. Termasuk di dalamnya tenaga kerja lokal.
"Ke depannya kami bakal terus menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan faedah luas bagi sosial ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Ermy.
Adapun upaya percepatan tersebut ditegaskan pula oleh Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi berbareng tujuh BUMN Karya sebagai kontraktor pelaksana.
Dody menyatakan, pembangunan SR merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akomodasi pendidikan nan layak dan modern.
Ia mendorong percepatan penyelesaian beragam hambatan teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, kebutuhan tenaga kerja serta kesiapan prasarana pendukung guna memastikan seluruh tahapan proyek pembangunan dapat melangkah sesuai target.
"Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, lantaran gedung sekolah ini kudu bisa memperkuat untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun," tutur Dody saat meninjau progres pembangunan SR Tahap II di Kota Surabaya, Jatim, Minggu (12/4) lalu.
Sebelumnya, Dody juga sudah memandang langsung letak pengerjaan SR di Surabaya. Ia memuji hasil kerja Waskita Karya nan dinilai sigap dan mengedepankan kualitas.
"Waskita (hasil kerjanya) ini bagus. Terima kasih Pak Katsaker mudah-mudahan sebelum Juni 2026 selesai," katanya.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·