Jakarta, CNN Indonesia --
Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) mengatakan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus telah menghina wartawan di Ruang Komisi II DPR RI, Kamis (30/7).
"Deddy Sitorus, telah melontarkan pernyataan nan merendahkan pekerjaan wartawan dengan menyebut: 'Wartawan kayak sirkus' alias 'gerombolan sirkus'," kata Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra Siregar dalam keterangan tertulis.
KWP menilai pernyataan tersebut menghina dan merendahkan martabat wartawan nan sedang menjalankan tugas jurnalistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pernyataan tersebut menciderai hubungan antara lembaga legislatif dengan insan pers nan berkedudukan menjaga transparansi dan demokrasi.
KWP mengaku bakal melaporkan secara resmi peristiwa itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk ditindaklanjuti sesuai sistem nan berlaku.
"Kami meminta penjelasan dan permintaan maaf terbuka 1 x 24 jam dari terlapor demi menjaga kehormatan DPR RI dan hubungan baik dengan insan pers," ujar Erwin.
Terpisah, Deddy membantah telah menghina wartawan. Ia mengaku menghormati pekerjaan wartawan beserta perannya sebagai salah satu pilar krusial dalam kehidupan demokrasi.
"Saya sangat menyayangkan munculnya tuduhan bahwa saya menghina pekerjaan wartawan, terlebih tuduhan tersebut disampaikan kepada publik tanpa adanya konfirmasi alias penjelasan kepada saya terlebih dahulu. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan apa nan sebenarnya saya sampaikan," ujar Deddy.
Ia mengatakan pernyataan nan disampaikan dalam rapat adalah "Pimpinan, minta ruangan ditertibkan, banyak sekali nan berdiri di sini, padahal ada ruangan anjungan di atas. Sudah seperti sirkus kita ini."
Menurutnya, kalimat tersebut merujuk pada situasi ruang rapat nan saat itu dipenuhi orang-orang nan berdompol dan berdiri di tengah ruangan ketika rapat sedang berlangsung.
"Pernyataan itu sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan maupun golongan alias perseorangan tertentu. Hal ini dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat maupun keterangan para peserta rapat nan hadir," katanya.
Ia mengaku tidak menghalangi wartawan untuk meliput. Menurutnya, rapat kerja di Komisi II berbareng dengan pemerintah terbuka dan boleh dihadiri oleh wartawan maupun masyarakat.
"Saya berambisi setiap info nan disampaikan kepada publik hendaknya didasarkan pada kebenaran nan telah diverifikasi serta didahului dengan upaya konfirmasi kepada pihak nan berkepentingan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.
(dal/yoa/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·