Warna ASI Berubah Jadi Pink atau Hijau? Dokter Ungkap Penyebabnya

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Ilustrasi pumping ASI. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pernah terkejut memandang warna ASI berubah menjadi hijau alias apalagi pink? Kondisi ini sering membikin ibu cemas dan bertanya-tanya: "Apakah ASI tersebut tetap kondusif diminum oleh bayi?".

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Menyusui, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan, perubahan warna ASI umumnya merupakan perihal nan normal. Warna ASI dapat dipengaruhi oleh kandungan alami di dalamnya, makanan alias suplemen nan dikonsumsi ibu, hingga kondisi tertentu selama menyusui.

Kenapa Warna ASI Bisa Berubah?

Ilustrasi memompa ASI. Foto: best time photos/Shutterstock

Perubahan warna ASI tidak selalu menandakan adanya masalah. Berikut beberapa warna ASI nan umum ditemui beserta penyebabnya:

Kuning

Merupakan kolostrum alias ASI nan diproduksi pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Warna kuning berasal dari kandungan beta karoten dan tingginya kadar imunoglobulin nan berkedudukan melindungi bayi dari infeksi.

Putih kental alias krem

Biasanya merupakan hindmilk, ialah ASI nan keluar di akhir sesi menyusui. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak sehingga membantu bayi merasa kenyang.

Bening agak kebiruan

Merupakan foremilk alias ASI nan keluar di awal menyusui. Meski kandungan lemaknya lebih rendah, ASI ini tetap kaya bakal karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antibodi.

Hijau

Warna ini umumnya dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, alias suplemen nan dikonsumsi ibu.

Pink alias kemerahan

Dapat terjadi lantaran sedikit darah bercampur dengan ASI, misalnya akibat puting lecet alias Rusty Pipe Syndrome pada awal masa menyusui.

"Sebagian besar ragam warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak rawan serta tetap boleh diberikan pada bayi," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (2/8).

Kapan Perubahan Warna ASI Perlu Diwaspadai?

Meski sebagian besar perubahan warna ASI normal, ada beberapa kondisi nan perlu segera diperiksakan ke dokter, ialah apabila:

  • ASI berwarna hitam alias coklat tua.

  • Perubahan warna menetap dan tidak kunjung membaik.

  • Disertai nyeri pada payudara.

  • Mengalami demam.

  • Muncul benjolan pada payudara.

  • Keluar darah dalam jumlah banyak.

Menurut dr. Aisya, warna ASI tidak dapat dijadikan patokan untuk menilai kualitas ASI.

"Sebagian besar ragam warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak berbahaya. Tetapi jika perubahan warna terjadi tiba-tiba, menetap, alias disertai keluhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan