Warga Pati Curhat ke Pimpinan DPR, WC Sulit dan Mau Salat Bingung

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Perwakilan Aliansi Warga Pati Bersatu (AMPB) berjumpa dengan ketua DPR RI untuk menyampaikan sejumlah aspirasi pada Kamis (27/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu penduduk Pati, Ari Sriningsih, menyampaikan keluhan mengenai pemberantasan korupsi hingga akomodasi toilet bagi massa tindakan nan menginap di depan Gedung DPR.

Ari mengatakan, dirinya datang jauh-jauh dari Pati ke Jakarta dengan membawa dua tuntutan. Pertama, perampasan aset hasil korupsi. Kedua, penerapan balasan meninggal bagi koruptor.

"Saya, ibu rumah tangga dari Pati, jauh-jauh dari Pati ke sini dengan dua tuntutan, ya, Pak. Satu, perampasan aset koruptor. Dua, norma meninggal koruptor," kata Ari saat audiensi di DPR.

Adapun ketua DPR nan menemui penduduk Pati ialah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Syamsurizal.

"Kenapa sekarang nan dibahas hanya aset koruptor saja, Pak, nan dirampas? Dampak dari korupsi sama akibat dari narkoba itu lebih jahat mana pada bangsa ini, Pak? Kenapa pengedar narkoba langsung dihukum mati, Pak? Kalau koruptor enggak dihukum mati, Pak?" kata Ari.

Selain itu, Ari turut menyampaikan keluhan mengenai akomodasi toilet bagi penduduk nan berdemo di depan Gedung DPR. Ia mengaku kesulitan ketika hendak buang air mini lantaran kudu melangkah jauh menuju toilet di masjid.

"Jenengan di sini lezat adem. Mereka! Apa nguyoh (kencing) lho kangelan (kesulitan). Saya itu selama di sini jalan itu di Masjid Manggala 20 menit, Pak, satu kali jalan," tuturnya.

Ari mengaku sudah meminta agar disediakan toilet portabel di sekitar letak aksi. Toilet sempat disediakan, tetapi hanya dalam waktu singkat dan tidak dilengkapi air.

"Saya minta WC portable, gak diapa, gak dikeki (tidak dikasih), Pak! Baru kemarin dikeki mek sedhela (hanya sejenak saja) tok. Dan gak ada airnya. Memanusiakan manusia, Pak!" tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita