Felldy Utama
, Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |03:05 WIB

Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Tangkapan layar/Setpres)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan argumen banyak penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih memperkuat di tenda pengungsian setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Suharyanto menyebut jumlah penduduk nan mengungsi hingga saat ini mencapai 179.037 orang.
Menurut Suharyanto, banyaknya penduduk nan mengungsi dipicu gempa susulan nan telah terjadi sebanyak 143 kali. Kondisi tersebut membikin masyarakat merasa cemas dan memilih meninggalkan rumah.
"Jadi sebetulnya jumlah pengungsian nan banyak ini bukan lantaran terdampak gempa secara langsung, tetapi lantaran gempa susulannya banyak, (jadi) mereka ketakutan," kata Kepala BNPB dalam rapat penanganan musibah gempa bumi di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Selain gempa susulan, Suharyanto mengatakan kepanikan masyarakat juga dipengaruhi info nan beredar di media sosial. Salah satunya rumor mengenai potensi gempa susulan dengan kekuatan lebih besar nan disebut dapat memicu tsunami. Informasi tersebut, kata dia, semakin membikin penduduk merasa takut sehingga memilih berada di letak pengungsian.
"Ini nan kami terus perangi, gotong royong semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat (tidak ada gempa nan lebih besar dari 7,7 magnitudo)," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·