Ilustrasi demonstrasi penduduk Kuba untuk memihak Raul Castro nan didakwa AS(AP)
RIBUAN penduduk Kuba berkumpul di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Havana, Jumat (22/5), untuk memprotes dakwaan Washington terhadap mantan presiden Raul Castro atas kasus penembakan dua pesawat sipil 30 tahun lalu.
Raul Castro, nan sekarang berumur 94 tahun, menghadapi dakwaan pembunuhan, persekongkolan membunuh penduduk Amerika, dan penghancuran pesawat dalam satu kejadian saat jet tempur milik Kuba menembak jatuh dua pesawat di atas perairan internasional.
Demonstrasi, nan menurut beberapa sumber dihadiri lebih dari 200.000 orang itu, berjalan di luar Kedutaan Besar AS di Havana. Salah satu tokoh senior nan datang dalam unjuk rasa itu adalah Mariela Castro, ialah putri Raul Castro.
Dalam pidato bersuara menantang, Mariela Castro mengatakan negaranya siap melawan musuh kapan saja. "Mereka (musuh) mengatakan bakal datang hari ini. Silakan datang. Kami menunggu di sini," kata Mariela Castro sembari menolak tuduhan ketidakejujuran terhadap ayahnya.
Dia juga mengatakan bahwa tidak ada seorang pun bakal menculiknya, nan tampaknya merujuk pada operasi terhadap Nicolas Maduro, presiden Venezuela saat itu, atas dakwaan perdagangan narkoba.
Sementara itu, dalam sebuah pesan, Castro mengatakan dia bakal tetap berada di garis depan revolusi dengan satu kaki tetap di "pijakan pelana" selama dia tetap hidup.
Pesan itu dibacakan Gerardo Hernandez, seorang personil parlemen, mewakili Raul Castro nan tidak menghadiri demonstrasi tersebut. Hernandez juga menyatakan respons Kuba terhadap pelanggaran wilayah udara oleh golongan pengasingan Brothers to the Rescue merupakan tindakan pertahanan nan sah.
Kemungkinan operasi serupa terhadap Raul Castro disebut menjadi kekhawatiran nan semakin besar bagi Pemerintah Kuba setelah dakwaan tersebut diumumkan.
Otoritas Amerika Serikat, Rabu (20/5), mengumumkan dakwaan federal terhadap Raul Castro atas kejadian penembakan dua pesawat sipil hingga jatuh pada tahun 1996 dan menewaskan empat orang, termasuk tiga penduduk negara Amerika.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan Raul Castro secara resmi telah ditetapkan sebagai buronan Amerika. Pada 24 Februari 1996, jet tempur Kuba menembak jatuh dua pesawat kecil, nan dioperasikan golongan Brothers to the Rescue, dan menewaskan empat orang di dalamnya. Kuba menyatakan pesawat itu berada di wilayah udaranya dan membenarkan penembakan itu sebagai corak pertahanan diri.
Namun, Amerika menyatakan pesawatnya berada di atas perairan internasional, dengan didukung Organisasi Penerbangan Sipil Internasional nan menyimpulkan kejadian itu terjadi di luar wilayah udara Kuba. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·