Liputan6.com, Jakarta - Jakarta adalah salah satu kota dengan penghasil emisi terbesar. Emisi dari kendaraan bermotor, industri, dan aktivitas rumah tangga membentuk lapisan polutan nan susah diurai oleh kebijakan tunggal dari satu arah.
Di sinilah partisipasi penduduk menjadi krusial ialah pemantauan, perubahan perilaku, dan tekanan dari tingkat organisasi dapat menjangkau celah-celah nan tidak bisa dicapai oleh izin semata.
Warga Jakarta berkumpul di area Tebet Eco Park di Forum Udara Warga berjudul 'Udara Kita, Suara Kita' pada Minggu 21 Juni 2026 untuk membahas polusi udara secara langsung.
Selain berbagi pengalaman pribadi, penduduk juga berganti pandangan tentang inisiatif nan lahir dari organisasi untuk mengurai polusi udara.
Penggerak masyarakat dan penyuluh kesehatan dari Kebayoran Lama Selatan Ajie mengatakan, forum seperti ini membuka ruang bagi penduduk untuk saling belajar dari praktik nan sudah dilakukan organisasi lain.
"Forum ini menjadi wadah mendengar pengalaman penduduk lain dalam menghadapi tantangan serupa dan langkah masing-masing untuk mengatasinya. Harapannya, kelak semakin banyak anak muda nan ikut terlibat," ujar Ajie, Selasa (23/6/2026).
Dukung Inisiatif Warga
Forum dibuka dengan sesi berbagi pengalaman dari penggerak organisasi nan selama ini bekerja di kelurahan masing-masing. Penggerak masyarakat dari Penjaringan, Kebayoran Lama Selatan, Kebon Kosong, hingga Semper Barat, membawa cerita inisiatif bank sampah, kebun komunitas, transisi daya rumah tangga, dan pembelaan ruang terbuka hijau nan tumbuh dari kebutuhan penduduk nan paling nyata.
Kepala Sub-kelompok Pemantauan Kualitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawat menyampaikan apresiasinya terhadap model partisipasi nan ditunjukkan komunitas, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas support terhadap inisiatif penduduk nan sudah terbukti berjalan.
"Apa nan organisasi lakukan ini bukan hanya melengkapi program pemerintah. Ini nan semestinya menjadi fondasi kebijakan udara bersih kita ke depan," ucap Rahmawat.
Forum ini sekaligus menjadi momentum peluncuran kembali platform Jakarta Rendah Emisi alias JRE (jakartarendahemisi.id) sebagai ruang obrolan nan terus hidup setelah forum selesai.
Breathe Cities Jakarta menegaskan, platform ini dirancang sebagai kanal berbareng antara warga, CSO, dan pemda untuk terus memantau, berbagi, dan mendorong tindakan di tingkat lokal.
Indonesia Country Coordinator di Vital Strategies Imelda Maidir, selaku perwakilan Breathe Cities Jakarta, berambisi pertemuan dan perbincangan antar-warga ini terus berlanjut. Salah satunya, menggunakan platform JRE.
"Forum ini tidak boleh berakhir di sini. JRE adalah tempat kita melanjutkan percakapan ini setiap hari," ujarnya.
Inisiatif Komunitas dari Tapak
Sementara itu, Di RW 004 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, persoalan polusi udara bukan abstraksi. Kawasan ini berbatasan langsung dengan delapan titik area bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok, dengan lampau lintas kontainer berat nan setiap hari memenuhi jalan-jalan permukiman dengan emisi diesel.
Paparan polutan di area ini berkarakter harian dan berlapis, menyebabkan kondisi udara jelek nan berakibat pada kesehatan seperti gangguan pernapasan.
Salah satu sumber nan kerap luput dari perhatian adalah pembakaran sampah terbuka. Di permukiman padat perkotaan, praktik ini menjadi salah satu penyumbang emisi PM2.5 nan langsung berakibat pada kesehatan penduduk di sekitarnya, terutama anak-anak dan lansia nan paling lama berada di dalam dan sekitar rumah.
Nur Fiyah, penggerak Bank Sampah Kenanga di RW 004 menjelaskan gimana inisiatif nan bermulai dari pemilahan sampah sekarang bergeser menjadi pembelaan ruang hidup.
"Kami tidak hanya mau sampah tidak dibakar. Kami mau penduduk sadar jika kita berkekuatan mengurangi sumber polusi, dan itu juga memberi faedah bagi penduduk sendiri," kata dia.
Bank Sampah Terus Berkembang
Sejak 2017, Bank Sampah Kenanga berkembang hingga melayani lebih dari 600 pengguna aktif. Tabungan sampah dikonversi untuk biaya pendidikan, persalinan, dan modal upaya warga. Sanksi terhadap pembakaran sampah liar diterapkan bukan melalui peraturan formal, melainkan kesepakatan berbareng warga.
"Ke depan, organisasi tengah menyiapkan rencana untuk menggunakan hasil bank sampah guna mengaktivasi ruang-ruang terbuka hijau di sekitar permukiman, terutama untuk ruang bermain anak," kata Nur Fiyah.
Dia menyampaikan, penduduk dan pemerintah setempat telah sukses menghijaukan jejak lahan parkir kontainer sebagai taman. Saat ini mereka sedang membangun waduk untuk melengkapi ruang terbuka hijau dari inisiatif penduduk ini.
"Kami mau anak-anak kami punya tempat bermain nan layak dan udara nan bisa dihirup dengan tenang," tutup dia.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Katadata Green berbareng Breathe Cities Jakarta dalam rangka kampanye nan menempatkan udara bersih sebagai kewenangan kesehatan warga, bukan sekadar rumor lingkungan.
Forum ini didukung oleh Breathe Cities, sebuah inisiatif dunia nan dijalankan oleh Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, dan C40 Cities, serta diimplementasikan berbareng Vital Strategies di Jakarta, untuk mendukung kota-kota dalam meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·