Warga Geruduk Proyek Menantu Trump, Pagar Kawat Berduri Dirobohkan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Para pengunjuk rasa nan mengatakan tanah mereka telah diambil secara tidak adil, merobohkan pagar tempat resor wisata bakal dibangun di tepi pantai Adriatik, di Rrjoll, dekat Shkodra, Albania, 13 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Sekitar 200 demonstran merobohkan pagar logam dan kawat berduri nan mengelilingi letak pembangunan resor mewah di pantai Adriatik Albania, Sabtu (13/6/2026). Aksi tersebut menjadi tanda meningkatnya kemarahan masyarakat terhadap proyek pembangunan di area nan dianggap sensitif secara lingkungan. (REUTERS/Florion Goga)

Sekitar 200 demonstran merobohkan pagar logam dan kawat berduri nan mengelilingi letak pembangunan resor mewah di pantai Adriatik Albania pada Sabtu (13/6/2026).

Gelombang protes terhadap proyek-proyek wisata mewah telah berjalan selama beberapa pekan di Albania. Salah satunya menentang rencana pembangunan resor mewah nan didukung perusahaan mengenai Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di dekat Vlora, area nan dikenal sebagai kediaman flamingo dan letak peneluran penyu. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Para pengunjuk rasa nan mengatakan tanah mereka telah diambil secara tidak adil, merobohkan pagar tempat resor wisata bakal dibangun di tepi pantai Adriatik, di Rrjoll, dekat Shkodra, Albania, 13 Juni 2026.

Warga Desa Rrjoll di wilayah pantai berpasir dan rimba pinus di Albania barat laut juga turun ke jalan memprotes proyek lain nan mereka klaim dibangun di atas tanah milik mereka nan sebelumnya disita. Massa mengibarkan bendera nasional Albania dan meneriakkan semboyan "Revolusi" saat merobohkan pagar pembatas proyek. (REUTERS/Florion Goga)

Sekitar 200 demonstran merobohkan pagar logam dan kawat berduri nan mengelilingi letak pembangunan resor mewah di pantai Adriatik Albania pada Sabtu (13/6/2026).

Aksi tersebut sempat diwarnai bentrok mini dengan abdi negara kepolisian. Namun, polisi tidak menghentikan para demonstran nan merobohkan pagar. Salah satu pemilik tanah, Zeke Nikolle Shullani, mengatakan protes bakal terus bersambung hingga penduduk mendapatkan kompensasi atas lahan nan mereka klaim dirampas. Menurutnya, sekitar 200 family terdampak oleh persoalan tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Para pengunjuk rasa nan mengatakan tanah mereka telah diambil secara tidak adil, merobohkan pagar tempat resor wisata bakal dibangun di tepi pantai Adriatik, di Rrjoll, dekat Shkodra, Albania, 13 Juni 2026.

Sementara itu, proyek resor wisata mewah bintang lima di letak tersebut dikembangkan oleh sebuah perusahaan Albania dan telah memperoleh status "investor khusus" dari pemerintah. Warga menilai developer tidak pernah berkonsultasi dengan masyarakat setempat. (REUTERS/Florion Goga)

Para pengunjuk rasa nan mengatakan tanah mereka telah diambil secara tidak adil, merobohkan pagar tempat resor wisata bakal dibangun di tepi pantai Adriatik, di Rrjoll, dekat Shkodra, Albania, 13 Juni 2026.

Pemilik tanah lainnya, Nikolin Markpalaj, menuduh penanammodal mengabaikan aspirasi penduduk dan memperingatkan bahwa ketegangan dapat terus meningkat jika tuntutan masyarakat tidak direspons. (REUTERS/Florion Goga)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News